Reses Iyus Yusuf, Jalan Selakaso hingga Fasilitas Pemakaman Jadi Prioritas Aspirasi Warga

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Perbaikan jalan di kawasan Selakaso, penataan fasilitas pemakaman, hingga pembangunan tempat wudu Majelis Taklim Al-Aisyah di Babakan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iyus Yusuf.

Berbagai usulan tersebut mengemuka saat Iyus Yusuf menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Selakaso, Kota Sukabumi, Sabtu (31/10/2026).

Sejumlah kebutuhan yang disampaikan warga diketahui telah diajukan sebelumnya melalui pemerintah kelurahan, tetapi hingga kini belum seluruhnya terealisasi.

Iyus mengakui, persoalan infrastruktur lingkungan masih menjadi perhatian masyarakat.

Salah satunya permohonan perbaikan jalan di Selakaso yang sebelumnya telah disampaikan melalui lurah setempat.

“Aspirasi yang sudah disampaikan bisa direspons, walaupun memang berat. Tadi ada yang memohon bantuan jalan di Selakaso, yang dulu pernah disampaikan melalui Pak Lurah, tetapi belum terealisasi,” ungkap Iyus.

Selain perbaikan jalan, kebutuhan pembangunan dan penataan fasilitas pemakaman juga kembali disuarakan warga.

Menurut Iyus, usulan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan melihat langsung kondisi di lapangan agar persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui secara lebih jelas.

“Kemudian masalah kuburan juga belum terealisasi. Setidaknya dengan reses ini saya bisa mengecek langsung ke lokasi dan nanti akan disampaikan kepada pihak eksekutif atau dinas terkait,” jelasnya.

Bagi Iyus, reses bukan sekadar agenda formal untuk menampung keluhan masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memastikan kebutuhan warga teridentifikasi dan disampaikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan dalam penanganannya.

“Aspirasi ini tentu tidak bisa hanya dicatat saja. Kita perlu melihat kondisinya di lapangan, kemudian menyampaikan kepada dinas yang berwenang agar bisa diketahui dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Di luar kebutuhan infrastruktur, masyarakat juga mengusulkan pembangunan tempat wudu untuk menunjang aktivitas keagamaan di Majelis Taklim Al-Aisyah, wilayah Babakan.

Baca Juga :  NasDem Perkuat Struktur Hingga Kelurahan, Bidik Pemilu 2029

Fasilitas tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang diharapkan dapat memperoleh perhatian dari pemerintah daerah.

“Tadi ada juga pembangunan tempat wudu untuk Majelis Taklim Al-Aisyah di Babakan. Itu salah satu aspirasi yang disampaikan oleh warga masyarakat,” tuturnya.

Iyus menilai, masyarakat cukup memahami kondisi keuangan pemerintah daerah yang saat ini tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.

Hal itu turut memengaruhi dinamika penyampaian aspirasi dalam kegiatan reses yang dilaksanakannya.

“Alhamdulillah tidak banyak pertanyaan, karena memang masyarakat memahami kondisi efisiensi sekarang,” katanya.

Meski demikian, pemahaman masyarakat terhadap keterbatasan anggaran tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.

Karena itu, Iyus berupaya mencari jalur yang memungkinkan agar usulan warga tetap dapat diperjuangkan sesuai ketentuan dan kemampuan keuangan daerah.

Ia menegaskan, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk secara langsung membiayai seluruh kebutuhan yang disampaikan masyarakat.

Salah satu kemungkinan yang akan dipelajari ialah bantuan melalui skema dana hibah aspirasi dewan.

“Kalau untuk dicover, saya tidak berhak untuk meng-cover. Tapi mungkin nanti akan kita lihat, mudah-mudahan bisa diberi bantuan melalui dana hibah aspirasi dewan,” ungkapnya.

Peluang untuk mengupayakan bantuan tersebut, lanjut Iyus, kemungkinan baru dapat dilihat pada 2027, terutama melalui anggaran perubahan.

Namun, realisasinya tetap bergantung pada mekanisme yang berlaku serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.

“Di tahun 2027 mungkin untuk anggaran perubahan, itu pun masih kita lihat bagaimana nanti,” tambahnya.

Iyus memastikan, aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur akan diteruskan kepada dinas teknis sesuai kewenangannya.

Ia menyebut sebagian besar usulan yang disampaikan warga berhubungan dengan tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

“Insyaallah selain itu kita akan laporkan ke dinas terkait, dan ini semuanya berhubungan dengan PUTR,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *