Ayep Zaki Buka Peluang Kerja Global bagi 536 Lulusan STIKESMI,

Pelitasukabumi.id – Sebanyak 536 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi (STIKESMI) didorong untuk tidak membatasi cita-cita karier hanya di tingkat lokal.

Peluang bekerja di luar negeri, khususnya di sektor kesehatan, menjadi salah satu pilihan yang didorong Pemerintah Kota Sukabumi bagi lulusan yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, saat menghadiri prosesi wisuda STIKESMI di Gedung Anton Soedjarwo, Sabtu (24/10/2026).

Dia mengatakan, kelulusan ratusan tenaga kesehatan tersebut merupakan capaian membanggakan sekaligus peluang untuk memperluas kontribusi sumber daya manusia asal Sukabumi di tingkat internasional.

Ayep juga menegaskan, lulusan STIKESMI memiliki kesempatan untuk meniti karier di dalam maupun luar negeri.

Karena itu, para wisudawan, terutama yang berminat bekerja sebagai perawat di luar negeri, diminta memanfaatkan jalur penempatan resmi yang telah difasilitasi pemerintah.

“Bagi para wisudawan dan wisudawati yang berminat bekerja di luar negeri, khususnya sebagai perawat, silakan mendaftar melalui Dinas Tenaga Kerja. Pemerintah sudah memiliki rekanan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia yang aktif,” ujarnya.

Pemerintah Kota Sukabumi kata dia, telah menjalin kerja sama dengan empat Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Kerja sama itu diharapkan membuka akses penempatan tenaga kerja secara lebih terarah, sekaligus memastikan proses keberangkatan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Ia mencontohkan, pemerintah sebelumnya telah memberangkatkan sekitar 40 pekerja migran Indonesia. Ke depan, kesempatan serupa diharapkan semakin luas, termasuk bagi lulusan perguruan tinggi kesehatan yang mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.

Selain mendorong akses kerja internasional, Ayep menyatakan pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dukungan dan apresiasi kepada lembaga pendidikan.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meskipun harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Sementara itu, Ketua Yayasan STIKESMI, Hanafie Zain, mengungkapkan bahwa pihaknya terus mengembangkan pendidikan yang berorientasi global.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa asing agar lebih siap menghadapi lingkungan kerja dan pelayanan kesehatan di luar negeri.

STIKESMI membekali mahasiswanya dengan tiga bahasa asing, yakni Inggris, Jepang, dan Jerman.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Kajari Sukabumi Terkait Perkembangan Terkini Kasus Korupsi Disporapar dan Pasar Gudang

Penguasaan bahasa tersebut dinilai penting untuk menunjang komunikasi, proses adaptasi, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi persaingan di pasar kerja internasional.

Hanafie menjelaskan, peluang bagi tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di luar negeri masih terbuka.

Namun, kesempatan tersebut harus diimbangi dengan kompetensi profesi, kemampuan bahasa, dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan masing-masing negara.

“Peluang tenaga kesehatan untuk bekerja di luar negeri sangat terbuka. Namun, ada persyaratan yang harus dipersiapkan. Kami tidak bisa memberangkatkan lulusan begitu saja tanpa memastikan kompetensi dan mekanismenya terpenuhi,” kata Hanafie.

Ia menyebutkan, STIKESMI telah mengirimkan sejumlah tenaga kesehatan untuk bekerja di kawasan Timur Tengah dan negara lainnya, di antaranya Kuwait dan Turki.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas kesempatan lulusan untuk berkarier di luar negeri.

Untuk memperkuat peluang itu, STIKESMI terus menyesuaikan kompetensi dan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Penyesuaian diperlukan karena setiap negara memiliki standar pelayanan kesehatan dan persyaratan profesi yang berbeda.

Di sisi lain kata Ayep, kualitas lulusan juga menjadi perhatian kampus. Hanafie menyampaikan bahwa STIKESMI masuk dalam tiga besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan hasil uji kompetensi nasional bidang kesehatan, sebagaimana disampaikan pihak kampus dengan merujuk pada data lembaga penyelenggara uji kompetensi.

Ia juga menyebutkan tingkat kelulusan uji kompetensi di STIKESMI rata-rata mencapai 100 persen.

Capaian tersebut ujarnya, menurutnya, menjadi salah satu indikator upaya kampus dalam menjaga mutu pendidikan dan menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten.

Dengan meluluskan 536 wisudawan dan wisudawati tahun ini, STIKESMI diharapkan semakin berperan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan profesional.

Dia menambahkan, tidak hanya berkontribusi bagi pelayanan kesehatan di dalam negeri, para lulusan juga diharapkan mampu bersaing dan mengambil peluang di tingkat internasional.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting untuk mempertemukan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga peluang berkarier di luar negeri dapat ditempuh melalui mekanisme resmi, terarah, dan sesuai ketentuan,” tandasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *