IKWI Kota Sukabumi Kenalkan Batik Lewat Metode Pembelajaran Langsung

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Upaya mengenalkan sekaligus menjaga warisan budaya dilakukan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Sukabumi melalui kegiatan yang cukup unik.

Para anggota diajak belajar membatik secara langsung di Galeri Batik Kenari, Kota Sukabumi, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda untuk mengisi waktu bersama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota IKWI untuk memahami bahwa proses menghasilkan kain batik membutuhkan keterampilan, ketelitian dan kesabaran.

Dengan memegang canting, para peserta mencoba menorehkan malam mengikuti pola yang telah tersedia.

Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi kali pertama mereka bersentuhan langsung dengan proses membatik.

Ketua IKWI Kota Sukabumi, Restu Ayu Maulida, mengatakan pelatihan membatik merupakan bagian dari kegiatan IKWI yang menggabungkan unsur edukasi dan kebersamaan.

“Ini merupakan agenda IKWI Kota Sukabumi. Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi antaranggota,” ujar Ayu.

Ia menjelaskan, membatik memberikan banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Proses yang dilakukan secara bertahap menuntut seseorang untuk mampu bekerja dengan teliti dan tidak terburu-buru.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin anggota IKWI mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Membatik mengajarkan kita untuk teliti, sabar dan kreatif,” katanya.

Menurut Ayu, pengenalan terhadap batik juga menjadi bagian dari kepedulian terhadap keberadaan budaya lokal dan nasional.

Batik tidak semata-mata dipandang sebagai produk kain, tetapi memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu terus dikenalkan.

Baca Juga :  Wali Kota Dorong Kawula Muda Wujudkan Idealisme Jadi Aksi Nyata

“Batik telah menjadi bagian penting dari identitas budaya Indonesia. Karena itu, upaya mengenalkan dan mempraktikkan batik dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk ikut menjaga keberlangsungan tradisi tersebut,” tuturnya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba sendiri teknik dasar penggunaan canting.

Proses tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa menghasilkan motif batik membutuhkan ketekunan.

Tarikan canting harus dilakukan secara perlahan dan terukur agar malam tidak keluar dari pola yang telah dibuat.

Dari pengalaman itu, anggota IKWI mendapatkan pemahaman bahwa di balik selembar kain batik terdapat proses panjang yang membutuhkan keterampilan serta konsistensi.

Ayu berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan menghadirkan tema-tema edukatif lainnya.

Menurutnya, kegiatan bersama tidak hanya menambah wawasan anggota, tetapi juga dapat memperkuat hubungan kekeluargaan di tubuh IKWI.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dengan tema yang berbeda. Selain menambah wawasan, kegiatan bersama seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan anggota IKWI,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, IKWI Kota Sukabumi menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui langkah sederhana.

Mengenal batik, mencoba membuatnya, dan memahami proses di baliknya menjadi pengalaman yang sekaligus mendekatkan anggota IKWI dengan salah satu warisan budaya Indonesia.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *