FTBI SDN Cisarua Sukabumi Meledak: Dari 3 Piala Jadi 13, Empat Siswa Tembus Tingkat Kota

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Prestasi SDN Cisarua Kota Sukabumi menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan tahun 2026, sekolah tersebut berhasil membawa pulang 13 piala, jauh meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang hanya meraih tiga piala.
Tak hanya soal jumlah piala, prestasi tahun ini juga mengantarkan empat siswa SDN Cisarua melaju ke tingkat Kota Sukabumi. Keempatnya akan bertanding pada cabang borangan putri, borangan putra, sajak putri, dan aksara Sunda putri.

Kepala SDN Cisarua Kota Sukabumi, Gina Damayanti, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari strategi pembinaan prestasi yang mulai diperkuat sejak dirinya bertugas di sekolah tersebut pada Maret 2026.

Gina ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026), mengungkapkan bahwa ketika pertama kali datang, salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah minimnya prestasi siswa.
“Awal saya ke sana memang melihat prestasi. Prestasinya memang belum terlalu menonjol, di tingkat kecamatan saja belum banyak piala,” kata Gina.

Ia mencontohkan capaian FTBI 2025. Dari 14 cabang lomba yang diikuti, hanya tiga siswa yang berhasil membawa pulang piala. Namun, ketiganya masih berada pada kategori juara harapan dan belum ada yang berhasil meraih juara satu, dua maupun tiga.

Kondisi tersebut kemudian mendorong pihak sekolah menyusun strategi baru dalam pembinaan siswa. Pengalaman Gina saat menangani bidang kesiswaan di SDN Dewi Sartika turut diterapkan di SDN Cisarua.
“Jadi coba diterapkan di sini. Alhamdulillah dengan bantuan guru-guru, ada komitmen bersama dan konsisten. Latihannya juga kita maksimalkan,” ujarnya.

Hasilnya mulai terlihat dalam FTBI 2026. Dengan masa persiapan sekitar tiga bulan, SDN Cisarua mengirimkan 14 siswa untuk mengikuti 14 cabang lomba.
Dari jumlah tersebut, 13 siswa berhasil membawa pulang piala. Bahkan, lima siswa berhasil masuk jajaran juara satu hingga tiga.

Empat siswa kemudian berhak mewakili Kecamatan ke tingkat Kota Sukabumi, masing-masing pada cabang borangan putri sebagai juara II, borangan putra juara II, aksara Sunda putri juara II, serta sajak putri sebagai juara I.
“Kalau melihat ini, persentase peningkatannya luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi Cisarua,” tutur Gina.

Baca Juga :  Serahkan 243 Sertipikat Tanah Wakaf di Jawa Tengah, Menteri Nusron: Bagian dari Program Prioritas Nasional Selesaikan Kepastian Hukum Aset Umat

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar penambahan jumlah piala. Lebih dari itu, prestasi FTBI menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara terarah, konsisten, dan melibatkan guru dapat mendorong potensi siswa berkembang lebih optimal.

Di tengah peningkatan prestasi nonakademik, SDN Cisarua juga tengah membidik tantangan lain, yakni penguatan kemampuan numerasi siswa.
Gina mengatakan, berdasarkan Rapor Pendidikan, kemampuan numerasi menjadi salah satu aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian.
Karena itu, sekolah mulai menjalankan program numerasi secara lebih terstruktur sejak beberapa bulan terakhir.

Menariknya, program tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan tambahan, tetapi mulai diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran.
“Sekarang pembelajaran semua mata pelajaran sedang diintegrasikan dengan numerasi. Orang tua juga kita libatkan. Jadi program-programnya juga terintegrasi dengan numerasi,” jelasnya.

Program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan numerasi siswa dalam evaluasi Rapor Pendidikan mendatang.
Gina menyadari hasilnya tidak bisa diperoleh secara instan. Sebab, program baru berjalan sekitar dua bulan sehingga dampak terhadap capaian Rapor Pendidikan 2026 masih harus dilihat.

Namun, sekolah menargetkan penguatan tersebut dapat memberikan hasil lebih nyata pada 2027.
“Kalau untuk tahun 2026 mungkin belum tahu bisa tercapai atau tidak, karena baru diterapkan sekarang. Mudah-mudahan di tahun 2027 Rapor Pendidikan untuk numerasi bisa meningkat,” katanya.

Langkah penguatan numerasi tersebut bahkan diarahkan menjadi identitas baru dalam pembelajaran di SDN Cisarua. Sekolah menargetkan launching program Numeric School pada Desember 2026 atau Januari 2027.
Program tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membangun budaya numerasi yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melibatkan lingkungan keluarga.

Transformasi itu berjalan seiring dengan slogan SDN Cisarua, “BERAKSI”, yang merupakan akronim dari Berkarakter, Empatik, Rasional, Aktif, Kreatif, Sehat, dan Inovatif.
Dengan capaian FTBI yang melonjak dari tiga piala menjadi 13 piala, SDN Cisarua kini mencoba membangun pola pembinaan yang lebih luas: berprestasi melalui bakat, sekaligus memperkuat kemampuan akademik melalui budaya numerasi.

Jika konsistensi pembinaan terus dijaga, capaian FTBI 2026 bukan sekadar cerita tentang piala, tetapi menjadi titik awal perubahan budaya prestasi di SDN Cisarua.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *