Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penyelenggaraan pasar murah dan bazar di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi (Diskumindag) Kota Sukabumi Een Rukmini mengatakan, terdapat delapan kegiatan pasar murah dan bazar yang dilaksanakan dengan dukungan hadiah pengendalian inflasi.

Jumlah tersebut melengkapi tujuh kegiatan pasar murah yang sebelumnya telah digelar pada awal tahun.
“Untuk yang dari hadiah pengendalian inflasi ada delapan kegiatan pasar murah dan bazar. Sebelumnya juga sudah ada tujuh kegiatan yang murni dilaksanakan di awal tahun,” ujar Een pada awak media, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut kata dia, tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Lembursitu menjadi salah satu lokasi yang mendapat kesempatan dua kali pelaksanaan, termasuk kegiatan yang dipusatkan di kawasan Pasar Lembursitu.
Dalam kegiatan tersebut, Diskumindag berkolaborasi dengan DKPT3 dan Perum Bulog menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasaran.
Komoditas yang ditawarkan antara lain beras SPHP, Minyak Kita, telur, tepung terigu, serta berbagai hasil pertanian dan sayuran.
Produk UMKM lokal juga turut dilibatkan untuk memberikan ruang pemasaran kepada pelaku usaha.
Dia menegaskan, pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.
“Tujuannya untuk menstabilkan harga, mengendalikan inflasi dan tentunya membantu masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang cukup mahal,” katanya.
Tidak hanya menyediakan kebutuhan pangan, kegiatan pasar murah juga dikemas dengan berbagai pelayanan bagi masyarakat.
DPMPTSP turut membuka layanan administrasi dan perizinan, termasuk fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Sementara Dinas Kesehatan melalui Puskesmas menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Pelaku usaha juga mendapatkan fasilitasi sertifikasi halal secara gratis melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Een menyebut antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pasar murah cukup tinggi.
Warga bahkan berharap kegiatan serupa dapat lebih sering dilaksanakan karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Antusiasmenya sangat tinggi. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan,” ungkapnya.
Meski demikian, pelaksanaan pasar murah tetap bergantung pada ketersediaan anggaran.
Karena itu, pemerintah menyesuaikan jumlah dan lokasi kegiatan dengan dukungan pembiayaan yang tersedia.
Bagi Diskumindag, pasar murah tidak hanya menjadi momentum menjual kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi instrumen intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.

