Ayep Zaki Siapkan Dua Strategi Perkuat Fiskal Kota Sukabumi

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyiapkan dua strategi utama untuk memperkuat kondisi fiskal daerah, yakni meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menerapkan moratorium terbatas penerimaan pegawai.

Ayep mengatakan, penguatan fiskal menjadi bagian penting dalam menjaga kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Strategi pertama diarahkan pada optimalisasi PAD. Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong pengelolaan berbagai sumber pendapatan daerah agar lebih maksimal sehingga mampu memperluas ruang fiskal untuk mendukung program pembangunan,” kata Ayep lewat akun instagramnya, Jumat (14/8/2026).

Sementara strategi kedua kata dia, dilakukan melalui pengendalian penerimaan pegawai. Moratorium terbatas menjadi bagian dari langkah efisiensi agar pertumbuhan belanja aparatur tetap terkendali dan anggaran daerah dapat diarahkan pada kebutuhan yang lebih produktif.

Tidak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efisiensi pemerintahan. Salah satunya melalui pengembangan Sukabumi Smart Artificial Intelligence (SAI) yang diarahkan untuk mendukung kinerja aparatur dan mempercepat pelayanan publik.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-56, Jamkrindo Gelar Donor Darah dan Perkuat Program Sosial Berkelanjutan

“Lewat kecerdasan buatan diharapkan mampu membantu pekerjaan pemerintahan menjadi lebih efektif. Dengan dukungan teknologi, aparatur dapat bekerja lebih cepat, terukur, dan fokus pada pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Masih kata dia, transformasi digital bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi keterbatasan sumber daya dan tantangan fiskal daerah.

Kombinasi optimalisasi PAD, pengendalian penerimaan pegawai, dan pemanfaatan teknologi menjadi langkah yang disiapkan Pemkot Sukabumi untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efisien.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kemampuan keuangan daerah dengan kebutuhan pembangunan. Pemerintah juga ingin memastikan efisiensi tidak mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Penguatan fiskal harus dibarengi dengan perubahan pola kerja pemerintahan agar semakin adaptif. Dengan demikian, Kota Sukabumi diharapkan memiliki tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *