Pemkot Sukabumi Kembangkan Sistem Tata Kelola Berbasis AI dan Data Terintegrasi Lewat Platform “Sukasay”

Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi tengah mengembangkan platform digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama “Sukasay” (Sukabumi Smart EAI) sebagai sistem informasi terpadu yang akan menghimpun berbagai data strategis pemerintahan dalam satu platform.

Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki menjelaskan, flatform tersebut dirancang menjadi pusat data Kota Sukabumi yang memuat berbagai informasi penting.

Di dalamnya memuat data kependudukan, angka pengangguran, stunting, tingkat pendidikan masyarakat, hingga data aset pemerintah daerah, wajib pajak, perencanaan pembangunan, pendapatan, dan belanja daerah.

Dia menambahkan, integrasi seluruh data tersebut bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Dengan dukungan teknologi AI, sistem ini diharapkan mampu meminimalkan potensi pelanggaran administrasi maupun praktik korupsi sehingga penggunaan anggaran benar-benar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Saat ini, implementasi flatform “Sukasay” telah memasuki tahap kedua. Sebanyak 32 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pelatihan lanjutan setelah sebelumnya menyelesaikan tahap pengenalan sistem.

Di mana pada fase ini, peserta mulai mempelajari penggunaan aplikasi secara praktis sekaligus proses implementasi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Selanjutnya, seluruh perangkat daerah akan melakukan penginputan data secara bertahap. Data tersebut akan berasal dari berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari organisasi perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW.

Alhasil, berbagai informasi yang sebelumnya tersebar di masing-masing instansi dapat diakses melalui satu sistem terintegrasi.

“Saya contohkan, dengan platform tersebut nantinya pemerintah dapat memperoleh informasi secara cepat mengenai kondisi suatu wilayah, seperti jumlah kasus stunting, data ibu hamil, hingga kondisi sosial masyarakat berdasarkan kategori kesejahteraan (desil), tanpa harus melakukan pencarian data secara manual,” terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa akses terhadap data akan dibedakan berdasarkan tingkat kewenangan. Informasi yang bersifat umum, seperti perencanaan pembangunan, aset daerah, maupun laporan pendapatan dan pengeluaran pemerintah, direncanakan dapat diakses publik.

Sementara data yang mengandung identitas pribadi masyarakat akan tetap dijaga kerahasiaannya sesuai prinsip perlindungan data.

Wali Kota juga memastikan pengelolaan data sepenuhnya berada di bawah Pemerintah Kota Sukabumi. Pihak ketiga, termasuk tim akademisi dari Monash University yang terlibat dalam program pelatihan, hanya memberikan pendampingan keilmuan serta membantu pengembangan sistem, bukan mengelola ataupun menginput data pemerintahan.

Ia menambahkan, server penyimpanan data juga akan ditempatkan di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi guna menjaga keamanan informasi dan memastikan kendali penuh berada di tangan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Marak Alih Fungsi Lahan, Kang Dedi Ultimatum Perusahaan Tambang Hentikan Perusakan Alam

Sebagai bagian dari transformasi digital birokrasi, Ayep menegaskan penguasaan platform Suka Saya akan menjadi kompetensi wajib bagi seluruh ASN. Bahkan, kemampuan mengoperasikan sistem tersebut akan menjadi salah satu syarat bagi pejabat yang akan menduduki jabatan eselon II, III, maupun IV.

Menurutnya, transformasi digital hanya akan berhasil apabila seluruh aparatur memiliki kemampuan yang sama dalam memanfaatkan teknologi.

Karena itu, seluruh ASN akan mengikuti pendidikan dan pelatihan hingga benar-benar mampu mengoperasikan sistem, sehingga pelayanan publik berbasis data dapat berjalan secara optimal di Kota Sukabumi.

Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, S.T., M.Tr.AP., mengatakan pelatihan AI lanjutan ini diikuti 32 ASN muda yang dipilih sebagai perwakilan dari berbagai perangkat daerah.

Mereka dipersiapkan menjadi penggerak implementasi Sukasay (Sukabumi Smart AI) di instansi masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan selama dua hari atau setara 16 jam pelajaran.

Menurut Taufik, pelatihan tidak hanya berorientasi pada pemberian sertifikat, tetapi lebih menekankan penerapan langsung modul Sukasay dalam mendukung pekerjaan pemerintahan sehari-hari.

Dengan demikian, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja, mempercepat pelayanan publik, sekaligus mendorong lahirnya inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Ia menambahkan, para peserta nantinya diharapkan menjadi agent of change dalam percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Melalui penguasaan AI, setiap perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan pola kerja yang lebih efektif, mempercepat proses administrasi, meningkatkan akurasi pengolahan data, serta menghasilkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan berkualitas.

Pelatihan ini menggunakan modul Sukasay (Sukabumi Smart AI) yang dikembangkan sebagai platform pembelajaran dan penerapan AI khusus bagi Pemerintah Kota Sukabumi.

Setelah pelatihan berakhir, para peserta diharapkan dapat langsung mengimplementasikan modul tersebut di perangkat daerah masing-masing sehingga manfaat teknologi AI dapat dirasakan secara nyata dalam tata kelola pemerintahan.

Kegiatan pembukaan dihadiri Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, S.E., M.M., Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah, S.T., M.Tr.AP., serta dua narasumber, Ihsan Maulana Hamdani dan M. Fauzan Al Yafie, dengan peserta yang merupakan perwakilan dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *