Pelitasukabumi.id – Komisi III DPRD Kota Sukabumi terus mendorong agar Kota Sukabumi tetap pada agenda awal mengikuti Porprov 2026.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III Bambang Herawanto saat pembahasan bersama KONI dan Disporapar Kota Sukabumi terkait persiapan Porprov 2026 bertempat di DPRD Kota Sukabumi pada Rabu (13/5/2026).
“Kami akan terus mendorong dan memastikan kontingen atlet berangkat menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Venue pertandingan berada dibeberapa daerah, yakni Depok, Bekasi dan Bogor, meski hingga kini persoalan anggaran masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Dia menegaskan, rapat tersebut dilakukan untuk menjelaskan pada publik terkait kesiapan dan kepastian keberangkatan atlet yang telah lolos babak kualifikasi.
“Jadi sebetulnya ini menjawab kebutuhan teman-teman Komisi III berkaitan dengan info-info pemberangkatan atlet dalam Porprov 2026,”ujar Ketua Komisi III Baher, sapaan akrab Bambang Herawanto. Ia didampingi Anggota Komisi III lain Agus Samsul.
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk Porprov saat ini masih belum ada kejelasan. Mengacu pada pembahasan bersama Disporapar, sementara dana yang dibutuhkan dikisaran Rp3 miliar lebih.
“Rencana anggaran yang disiapkan itu sekitar Rp3 miliar lebih yang merupakan hitung-hitungan dari Disporapar. Walaupun KONI sudah menghitung lebih dari Rp5 miliar, tapi dicoba dirasionalisasi lagi oleh Disporapar, paling pas itu di sekitar Rp3 miliar,” terang dia.
Kendati demikian, Baher menegaskan para atlet yang telah lolos babak kualifikasi harus tetap diberangkatkan. Sebab jika tidak, konsekuensinya cukup serius bagi cabang olahraga yang tidak mengikuti Porprov.
“Atlet ini sudah lolos BK, sehingga dari kualifikasi sudah lolos itu harus berangkat. Kalau tidak berangkat maka konsekuensinya mungkin ke depan cabor-cabor yang tidak berangkat bisa di-banned atau didiskualifikasi,” jelas Baher.
Jajaran Komisi III DPRD, ungkapnya, tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah pos anggaran yang dinilai masih bisa digeser sementara untuk mendukung kebutuhan Porprov 2026.
“Nanti ada beberapa pos anggaran yang kita minta untuk digeser dulu, digunakan dulu sebagian untuk kegiatan Porprov,” ungkapnya.
Ia mengatakan evaluasi lebih lanjut akan dilakukan bersama Disporapar dan Dinas Pendidikan untuk memastikan kebutuhan anggaran dapat terpenuhi.
“Perlu diskusi yang lebih dalam terkait anggaran di Disporapar dan Dinas Pendidikan. Itu yang sedang kita coba lakukan evaluasi ulang,” katanya.
Angka Rp3 miliar itu kata dia, mencakup seluruh kebutuhan kontingen, ia menjelaskan anggaran itu digunakan mulai dari persiapan hingga keberangkatan atlet.
‘Persiapan sampai hari H, sampai keberangkatan juga,”ujarnya.
Namun demikian, anggaran tersebut belum termasuk bonus atlet berprestasi. Meski begitu, DPRD tetap berharap bonus bisa dianggarkan pada tahap berikutnya.
“Bonus belum tentu. Tapi InsyaAllah mudah-mudahan nanti kita juga berharap teman-teman Komisi III di Banggar bisa membicarakan tahapan bonus untuk atlet yang berprestasi. Tapi yang paling penting fokus kita pertama ini bagaimana memberangkatkan dulu,” jelasnya.
Menurut Baher tidak menutup kemungkinan adanya tambahan anggaran dari pengembalian TKD efisiensi pusat yang nantinya dapat dimasukkan dalam APBD Perubahan.
“Kalau nanti seandainya masuk, kita bisa anggarkan di perubahan, dialokasikan kembali untuk keberangkatan,” katanya.
Selain berharap dukungan pemerintah pusat, Komisi III juga menyiapkan langkah alternatif dengan melibatkan dunia usaha di Kota Sukabumi.
“Kita akan mengundang beberapa perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Sukabumi untuk duduk bersama dengan Disporapar, KONI, dan Komisi III untuk bagaimana mereka juga bisa ikut berpartisipasi mengisi kekurangan anggaran itu,” ujarnya.
Ia memastikan Pemkot Sukabumi tetap akan memberikan dukungan anggaran, meski kemungkinan belum memenuhi seluruh kebutuhan.
“Kalau dana Pemkot pasti ada, cuma mungkin kurang. Nah intinya tinggal kita mengisi kekurangan anggaran itu saja,” katanya.
Dia juga menyebut jumlah cabang olahraga yang diproyeksikan berangkat mencapai sekitar 30 an cabor dengan jumlah atlet sekitar 500 orang.
“Sekitar 500-an atlet. Lebih meningkat daripada tahun 2022 yang lalu,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta para atlet dan masyarakat tidak khawatir terhadap nasib kontingen Kota Sukabumi di Porprov 2026. “InsyaAllah kita perjuangkan sama-sama. Komisi III pasti dorong,” pungkasnya.

