Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Bappeda terus mendorong percepatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan memfokuskan perlindungan pada sektor strategis, terutama jasa konstruksi.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, menegaskan sektor konstruksi menjadi prioritas karena memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.
“Perlindungan tenaga kerja bukan sekadar kewajiban, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ia menekankan, seluruh perangkat daerah harus memastikan jaminan keselamatan kerja sudah diterapkan sejak awal proyek berjalan.
Dengan begitu, para pekerja, khususnya di sektor infrastruktur, dapat terlindungi dari awal hingga proyek selesai.
Frendy juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh pekerja, baik formal maupun informal, bisa terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Upaya ini dinilai penting untuk menekan risiko sosial dan ekonomi yang kerap dihadapi pekerja di lapangan.
Koordinasi yang dilakukan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pelaku jasa konstruksi hingga instansi terkait lainnya.
Kolaborasi ini menjadi kunci dalam memperluas cakupan kepesertaan secara merata dan efektif.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga pada perlindungan terhadap para pekerja yang terlibat di dalamnya.
Rasa aman bagi pekerja diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kualitas pembangunan.
Bappeda Kota Sukabumi optimistis, melalui langkah strategis dan komitmen bersama, target Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat tercapai, sehingga para pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang dan terlindungi.

