Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id Pemerintah Kota Sukabumi terus mengintensifkan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui intervensi pangan yang menyasar puluhan ribu keluarga.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa sinergi dengan Perum Bulog menjadi kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran.
Sebanyak 37.356 Penerima Bantuan Pangan (PBP) atau kepala keluarga masuk dalam daftar penerima, yang didominasi kelompok desil 1, 2, dan 3.
Setiap penerima memperoleh dua tahap alokasi bantuan berupa total 20 kilogram beras dan minyak goreng kemasan 4 liter.
Penyaluran bantuan tersebut disosialisasikan dalam kegiatan yang digelar di Hotel Horison Sukabumi, Selasa (7/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Ayep menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang dinilai konsisten menjaga ketahanan pangan masyarakat.
“Program ini bukan sekadar bantuan, tapi bagian dari strategi menekan kemiskinan ekstrem secara bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data penerima dihimpun melalui Dinas Sosial bersama Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
Untuk menjamin transparansi, proses distribusi dan pengawasan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan aparat kepolisian, kejaksaan, serta perangkat daerah terkait.
Pemkot Sukabumi pun menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 1 persen setiap tahun. Upaya tersebut diperkuat melalui berbagai program, mulai dari intervensi berbasis APBD, perlindungan sosial, hingga kolaborasi dengan sektor filantropi melalui skema pembiayaan sosial.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Cianjur yang membawahi Sukabumi Raya, Yanto Nurdiyanto, mengungkapkan adanya lonjakan jumlah penerima bantuan hingga 81 persen dibandingkan sebelumnya.
“Bulog berperan dalam menyiapkan komoditas serta memastikan distribusi berjalan sesuai prinsip tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat sasaran,” katanya.
Beras yang disalurkan merupakan cadangan pangan pemerintah kategori medium hasil serapan petani, dengan harga acuan sesuai HET sebesar Rp13.500 per kilogram.
Dengan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah daerah dan Bulog, intervensi pangan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kebutuhan pokok sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kota Sukabumi.

