Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2026), menjadi panggung penting untuk menegaskan arah pembangunan ke depan.
Bertempat di ruang paripurna DPRD, agenda ini dipimpin langsung Ketua DPRD H. Wawan Juanda dan dihadiri unsur pemerintah daerah, forkopimda, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen strategis lainnya.
Mengusung tema harmoni dan kolaborasi, forum ini justru mengemuka sebagai ruang kritik konstruktif terhadap berbagai persoalan yang masih membayangi Kota Sukabumi.
Tokoh masyarakat sekaligus mantan Wali Kota, H. Muhamad Muraz, secara lugas mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.
Ia menyoroti pentingnya konsistensi antara perencanaan dan implementasi kebijakan, termasuk keselarasan dengan visi-misi kepala daerah.
Muraz menekankan sejumlah isu mendasar yang masih perlu dituntaskan, mulai dari dinamika aksi unjuk rasa, kebijakan pendidikan, hingga akses layanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.
Ia juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, penataan kota yang lebih bersih dan hijau, serta penguatan sektor ekonomi melalui optimalisasi pasar dan peningkatan daya tarik investasi.
Tak hanya itu, ia menyinggung persoalan klasik seperti kemacetan, kebutuhan perluasan jalan, hingga pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme aparatur sipil negara.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa usia ke-112 harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan lintas sektor.
Ia mengakui bahwa tantangan fiskal menjadi salah satu kendala utama, terutama dengan berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat.
Dengan postur APBD sekitar Rp1,175 triliun, ia berharap adanya kepastian dan peningkatan transfer pusat agar program pembangunan tidak terhambat.
Dalam masa kepemimpinan yang terbatas, ia menargetkan lompatan kinerja, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di sektor kesehatan, Pemkot Sukabumi mulai mengembangkan layanan unggulan di RSUD R. Syamsudin SH, termasuk terapi stem cell, penanganan kanker, hingga layanan rehabilitasi jantung. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan PAD.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menekankan pentingnya menjadikan peringatan hari jadi sebagai momentum evaluasi menyeluruh.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan harus dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial.
Menurutnya, tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, dan stunting masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Ia juga mengapresiasi capaian indikator makro Kota Sukabumi yang menunjukkan tren positif, seperti penurunan angka kemiskinan, peningkatan IPM, serta membaiknya indikator pendidikan dan kesehatan.
Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus terus didorong dengan kebijakan yang adaptif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Rapat paripurna ini menegaskan satu hal: memasuki usia ke-112, Kota Sukabumi tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Dibutuhkan langkah berani, kolaborasi nyata, dan kebijakan yang tepat sasaran agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat luas.

