Oleh : Ust. Lathief Abdallah(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
Banyak yang sengaja mengunjungi kiyai untuk minta do’anya, mengapa? Karena dianggap orang lebih ‘bersih’ dan lebih ‘dekat’ pada Allah SWT, doanya mustajab.
Nah, ini malaikat, makhluk paling dekat dan paling bersih di sisi Allah SWT, akan mendo’akan di sepuluh keadaan:
Pertama. Saat mengunjungi orang Sakit. Orang sakit senang bila dikunjungi dan dido’akan . Tapi bagi yang menengok lebih bahagia lagi karena para malaikat mendo’aknnya. Nabi SAW, bersabda;
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ، فَإِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِذَا كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim, ia berjalan di kebun-kebun surga. Ketika ia duduk di sisinya, rahmat menaunginya, dan bila ia menjenguk di pagi hari maka 70.000 malaikat bershalawat (mendoakan) untuknya hingga sore.” (HR. Tirmidzi)
Kedua. Bila Berada di Saf Paling Depan Saat Salat Berjamaah. Jika saja tahu besarnya pahala shaf depan maka jamaah akan rebutan hingga diundi, demikian dalam sebuah hadits. Lebih dari itu malaikat mendo’akan mereka yang berada di saf paling depan. Disebut dalam hadits Nabi SAW;
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الْأُوَلِ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada saf-saf yang pertama.” ( HR. Abu Dawud)
Ketiga. Ketika Mengajarkan Kebaikan kepada Manusia. Para penyebar dan pengajak kebaikan; para guru, para ustadz, yang mengisi taklim majlis- majlis, pengajar iqra, guru madrasah, umumnya mereka tak mendapat gajih, bermodal total keikhlasan. Namun yang di langit (para malaikat) makhluk yang di darat dan di laut pun mendo’akan kebaikan bagi mereka.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, bahkan semut di lubangnya dan ikan di laut, bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Tirmidzi ).
Keempat. Sewaktu Duduk di Masjid Setelah Salat. Tidak terburu- buru keluar setelah salam, berzikir dan berdo’a bagaian dari amaliah sunah. Lebih lagi malaikat terus mendo’akan selama dalam keadaan suci
الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ، مَا لَمْ يُحْدِثْ
“Para malaikat senantiasa mendoakan salah seorang di antara kalian selama ia berada di tempat salatnya, selama ia belum berhadas.” (HR. Bukhari Muslim
Kelima. Saat Tidur dalam Keadaan Suci (Berwudhu). Di antara sunah adalah bersuci sebelum tidur baik dari hadist kecil maupun besar, juga dari najis. Malaikat mendo’akan ampunan hingga terbangun.
فَإِنهُ لَا يَبِيتُ طَاهِرًا إِلَّا بَاتَ مَعَهُ مَلَكٌ، لَا يَسْتَيْقِظُ إِلَّا قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ
“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci kecuali malaikat bermalam bersamanya. Setiap kali ia terbangun, malaikat berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini.” ( HR. Thabrani)
Keenam. Ketika Mengunjungi Saudara Sesama Muslim Karena Allah. Berziyarah (berkunjung) ke saudara sesama muslim ternyata bukan semata menjalin rasa, kerjasama dsb, tapi dido’akan malaikat mendapat tempat terbaik di surga.
نَادَاهُ مُنَادٍ فِي السَّمَاءِ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا
“Seorang penyeru dari langit (malaikat) menyeru: ‘Engkau baik, langkahmu baik, dan engkau mendapat tempat tinggal di surga.” ( HR. Muslim)
Ketujuh. Waktu Makan Sahur. Hukumnya sunah dan sunah lagi diakhirkan. Malaikatpun mendo’akannya saat ia makan sahur. Sebuah keuntungan berlipat.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” ( HR. Ahmad )
Kedalapan. Bila Mendo’akan Kebaikan untuk Saudara Tanpa Sepengetahuannya. Seringlah mendo’akan kebaikan untuk saudara dari kejauhan, karena do’a itu diucap ulang oleh malaikat untuk yang berdo’a.
دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ
“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab. Di sisinya ada malaikat yang berkata: ‘Aamiin, dan bagimu seperti yang engkau do’akan.’” ( HR. Muslim )
Kesembilan. Saat bersalawat kepada Nabi SAW. Seringlah lisan ini mengucapkan salawat kepada manusia termulia dunai akhirat. Disamping mendapat balasan salawat dari nabi, malaikat pun mendo’akan.
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ
“Barang siapa bershalawat kepadaku, maka para malaikat akan bershalawat kepadanya.” (HR. Ahmad)
Kesepuluh. Ketika Berinfak. Orang yang banyak berinfak tidak akan berkurang hartanya, demikian sabda Nabi. Malaikat pun mendo’akan agar segera diganti hartanya.
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ فِيهِ الْعِبَادُ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya: “Tidak ada satu hari pun di mana para hamba Allah berada di pagi hari kecuali dua malaikat turun seraya mengucapkan, salah satu di antara mereka berkata: ‘Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang berinfak’, dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, berilah kebinasaan kepada orang yang kikir’.”
( HR. Bukhari Muslim )
Kesepuluh keadaan ini tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Bahkan sudah menjadi kebiasaan baik di tengah masyarakat. Walhamdulillah.

