Ayep Zaki Tegaskan Pemerintah Genjot PAD Bukan untuk Gagah-gagahan

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki mengatakan, PAD merupakan instrumen penting dalam proses pembangunan. Menggenjot PAD jangan diterjemahkan sebagai sikap gagah-gagahan.

Hal itu disampaikan Ayep Zaki saat meresmikan Gedung Dektnasda di Jalan Kenari Kelurahan Selabatu Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Selasa (10/2/2026).

Acara dihadiri Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, Kapolres Sukabumi Kota, Sentot Kunto Wibowo, Ketua TP PKK Ranty Rachmtillah, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

“Membangun itu butuh dana besar. Anggaran untuk itu bisa direalisasikan jika ditopang dengan PAD yang kuat. Jadi menggenjot PAD itu bukan gagah-gagahan,” tegas Ayep.

Sudah disepakati dengan DPRD, bahwa PAD untuk tahun 2026, adalah Rp535 miliar. Namun dia akan menaikan jumlah PAD tahun ini Rp650 miliar.

“Saya minta 35 OPD, untuk lebih bekerja keras lagi untuk mencapai target Rp650 miliar pada tahun ini,” ujarnya.

Sedangkan APBD yang telah diketuk palu sebesar Rp1,175 triliun. Untuk mengejar target Rp1,4 triliun wali kota menekankan OPD-OPD untuk meningkatkan kreativitas dan etos kerja.

Pada bagian lain dia mengatakan, dia mengaku memiliki sejarah panjang dalam menggeluti dunia UMKM. Banyak penghargaan yang dia torehkan pada masa itu. Hingga saat ini UMKM menjadi bagian tak terpisahkan dalam karirnya.

“Saya pernah mendapatkan penghargaan diantaranya dari Presiden Soeharto, Gubernur Jabar R. Nuriana. Lalu penerusnya Dany Setiawan, Menteri Perindustrian Tungki Ari wibowo dan Menteri Rahadi Ramlan,” ungkapnya.

Ayep juga patut bangga atas pencapaian selama ini yang telah berhasil membangun sebanyak 90 UMKM di seluruh wilayah Indonesia dengan populasi 25.000 orang selama dua dasawarsa ini.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Sukabumi Ikuti Rapat Paripurna Bahas Propemda dan APBD Tahun 2025

Majunya suatu negara itu diantaranya ditandai dengan terbangunnya APBN yang kuat dan yang tak kalah penting adalah tingginya nilai investasi.

“Pak presiden Prabowo menyampaikan bahwa salah satu instrumen pembangunan bangsa ini adalah Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU),” kata Ayep.

Bicara LPDU itu salah satu itemnya adalah wakaf. Selain wakaf ada zakat, infak, sedekah dan termasuk BPKH.

“Semua instrumen keumatan semuanya ada di LPDU. Potensinya pun sangat besar yaitu bisa mencapai Rp500 triliun. Jadi untuk 20 tahun saja kita punya asset Rp10.000 triliun, ” kata Ayep.

Masih kata Ayep, tahun pertama menjabat, bisa membangun tiga fasilitas yang nilainya Rp1 miliar ke atas.

“Pertama membangun Gedung Dekranasda yang selesai di bangun 2025 dan diresmikan hari ini, dengan total anggaran sebesar Rp10 miliar,” ucapanya.

Fasilitas umum lainnya adalah jembatan di Kecamatan Gunungpuyuh dan ketiga gapura di Jalan Lingkar Selatan di Desa Sukakarya Kecamatan Warudoyong.

Membangun itu kata Ayep, merupakan tugas bersama. Sementara garda terdepan dalam membangun adalah pemerintah.

“Jangan jadi wali kota kalau tidak bisa membang. Kita rencakan di 2026, PAD untuk pembangunan infrastruktur kita anggarkan sebesar Rp31 miliar,” papar Ayep.

Dengan anggaran sebesar itu Pemkot Sukabumi akan menggenjot pembangunan fasilitas publik lainnya jembatan, kantor kecamatan, Gedung Aher dan l
Lapang Merdeka 2.

“Lapang Merdeka 2, kita rancang penggunaannya untuk kegiatan konser musik dan kegiatan hiburan masyarakat,” kata Ayep.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *