‎Ayep Zaki Resmikan Gapura Baru, Momentum Evaluasi dan Akselerasi Pembangunan Sukabumi

‎Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Peresmian Gapura Selamat Datang Kota Sukabumi pada Rabu (3/12/2025) bukan sekadar seremoni.

‎Bagi Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, gapura baru tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan kota membutuhkan arah jelas dan keberanian mengambil langkah besar.

‎Ayep menegaskan bahwa Sukabumi tidak hanya membutuhkan infrastruktur baru, tetapi juga percepatan pemecahan persoalan fundamental.



‎Ia menyebut kemiskinan ekstrem, pengangguran, rumah tidak layak huni, kawasan kumuh, hingga stunting sebagai isu yang tidak boleh ditunda penyelesaiannya.

“Ini pekerjaan bersama. Kesejahteraan warga adalah garis akhir yang harus dicapai,” ucapnya.

‎Selain sektor sosial, Ayep menyoroti kualitas pendidikan yang masih tertinggal. Pemerintah menargetkan rata-rata lama sekolah warga naik hingga 13–14 tahun.

‎Di sektor kesehatan, RSUD R. Syamsudin S.H disiapkan menjadi fasilitas layanan penyakit berat dengan kelengkapan kemoterapi dan perawatan stroke yang dapat diakses peserta BPJS.

‎Momentum peresmian gapura ini juga digunakan Ayep untuk menegaskan arah ekonomi kota. Ia menyebut rencana besar pengembangan kawasan industri, pertanian, dan pendidikan yang membutuhkan sekitar 1.500 hektare lahan.

‎Namun keterbatasan luas Kota Sukabumihanya 48 km² menjadi hambatan serius. Karena itu, Ayep berharap dukungan Kabupaten Sukabumi untuk membuka ruang pengembangan kawasan yang bersifat strategis nasional.

‎Ayep menambahkan bahwa Komisi II DPR RI yang berkunjung sehari sebelumnya menilai program pembangunan Kota Sukabumi realistis dan memiliki fondasi kebijakan yang kuat.

‎Dengan peresmian gapura baru ini, Ayep ingin menandai babak baru pembangunan: kota yang bergerak lebih cepat, lebih terukur, dan lebih berorientasi pada dampak nyata bagi warganya.

‎Dari sisi pembangunan fisik, Kepala Dinas PUTR Sony Hermanto menjelaskan gapura tersebut menghabiskan anggaran Rp1,9 miliar dari APBD 2025.

‎Tahun ini, PUTR juga menggarap jembatan Kopeng dan Gedung Dekranasda dengan total anggaran Rp10 miliar. Tingkat kemantapan jalan ditargetkan mencapai 80 persen.

‎Sony juga merespons polemik lampu berwarna ungu di beberapa titik kota. Ia menegaskan penataan masih berjalan dan perubahan warna mendadak justru akan menimbulkan biaya tambahan.

Bagikan Pelitasukabumi.id
Baca Juga :  Abah Yose Pimpin PTMSI Kota Sukabumi, KONI Ingin Lahirkan Era Baru Tenis Meja Berprestasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Punten Teu Kenging Copas nya, Mangga hubungin IT Pelitasukabumi.id 081563116193