Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Persoalan penerangan jalan umum (PJU) bukan satu-satunya kebutuhan yang disuarakan warga Ciaul Gang Mahmud RT 2 RW 5, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Sukabumi, Suhud Jaya Kusumah, warga menyampaikan keluh kesah seputar permasalahan sampah dan masalah kelistrikan.
Beragam persoalan tersebut menjadi perhatian Suhud. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan warga mencerminkan kebutuhan mendasar untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih nyaman, aman, bersih, dan tertata.

Ia berharap setiap keluhan yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait, dengan mempertimbangkan tingkat urgensi dan skala prioritas penanganannya.
Salah satu aspirasi yang mencuat adalah penambahan PJU, terutama di kawasan gang dan lingkungan permukiman yang membutuhkan penerangan memadai.
Keberadaan lampu jalan dinilai penting untuk menunjang aktivitas warga pada malam hari sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang berlalu-lalang di sekitar permukiman.
“Dengan penerangan yang memadai dapat mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan berlalu-lalang di lingkungan warga,” kata Suhud, Ahad (1/11/2026).
Selain penerangan jalan, persoalan sampah juga menjadi keluhan yang membutuhkan perhatian serius. Pengelolaan sampah yang baik diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, baik ketika memasuki musim kemarau maupun musim penghujan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat penanganan yang tepat agar tidak terus berulang menjadi keluhan masyarakat.
Upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait sehingga kondisi permukiman tetap terpelihara.
Keluhan lainnya berkaitan dengan tiang listrik yang dilaporkan mengeluarkan suara mendengung ketika hujan.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga terhadap keamanan instalasi kelistrikan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Karena menyangkut aspek keselamatan, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk memastikan sumber suara sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Suhud menyatakan akan meneruskannya kepada instansi terkait agar setiap persoalan mendapatkan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
“Persoalan PJU akan disampaikan kepada Dinas Perhubungan, sedangkan keluhan mengenai tiang listrik akan dikoordinasikan dengan pihak PLN untuk mendapatkan penanganan sesuai kewenangan DPUTR,” ujarnya.
Ia berharap persoalan penerangan jalan, pengelolaan sampah, dan keamanan kelistrikan di Ciaul Gang Mahmud tidak berhenti sebatas penyampaian keluhan dalam forum reses.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Terkait realisasi aspirasi dari kegiatan reses sebelumnya, Suhud menjelaskan bahwa sebagian usulan masyarakat telah terealisasi.
Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang belum terpenuhi karena pemerintah daerah harus memperhitungkan keterbatasan anggaran sekaligus menetapkan prioritas pembangunan.
Situasi tersebut menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat secara bersamaan.
Meski demikian, ia berharap berbagai usulan yang telah disampaikan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dan dinas terkait agar dapat direalisasikan secara bertahap berdasarkan kemampuan anggaran serta tingkat kebutuhan.
Melalui kegiatan reses, Suhud berharap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat teridentifikasi secara langsung dan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bagi warga, harapannya sederhana yakni kebutuhan mendasar di lingkungan tempat tinggal mereka tidak sekadar dicatat sebagai aspirasi, tetapi juga ditindaklanjuti melalui solusi nyata, mulai dari penerangan jalan yang memadai, pengelolaan sampah yang lebih baik, hingga terjaminnya keamanan instalasi kelistrikan.

