Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Pemerataan pembangunan dan ketepatan penyaluran bantuan sosial menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Dani Ramdhani, saat menggelar reses Masa Persidangan ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 di Babakan Jampang RW 11, Kelurahan Cisarua, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, dan warga setempat tersebut menjadi ruang untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pendataan penerima bantuan sosial hingga kebutuhan infrastruktur di lingkungan permukiman.
Dani menegaskan, reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menghimpun aspirasi yang dapat diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan pembahasan pembangunan daerah.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah akurasi data penerima bantuan sosial. Menurutnya, pendataan masyarakat harus dilakukan secara tepat agar bantuan pemerintah benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.
“Pengawalan terhadap data desil dan data kesejahteraan sosial penting untuk meminimalkan ketidaktepatan sasaran. Jangan sampai warga yang layak menerima bantuan justru terlewat akibat persoalan pendataan,” kata Dani.
Selain bantuan sosial, Dani menyoroti kebutuhan pemerataan pembangunan infrastruktur hingga tingkat RW.
Perbaikan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, sanitasi, serta fasilitas umum dinilai perlu mendapat perhatian agar masyarakat dapat menikmati pembangunan secara lebih merata.
Menurutnya, pembangunan tidak seharusnya hanya berorientasi pada jalan-jalan utama. Kebutuhan masyarakat di kawasan permukiman juga perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas program pemerintah daerah.
Di sektor ekonomi, Dani mendorong penguatan UMKM dan dukungan terhadap pedagang kecil melalui akses permodalan serta berbagai upaya yang dapat memperluas kesempatan usaha.
Pelatihan keterampilan dan pembukaan peluang kerja bagi generasi muda juga dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Dani turut memberikan perhatian terhadap persoalan sosial, seperti kenakalan remaja, perundungan, pengaruh judi online, dan ketahanan keluarga.
Menurutnya, pembangunan yang berkualitas tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan karakter, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses akan menjadi bahan perjuangan dan pembahasan sesuai kewenangan DPRD, mekanisme perencanaan, serta kemampuan keuangan daerah.
“Ini komitmen kami kepada masyarakat. Setiap kebutuhan perlu diperjuangkan berdasarkan skala prioritas agar program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Melalui reses tersebut, Dani berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin secara terbuka.
Dengan demikian, berbagai persoalan di lingkungan warga dapat teridentifikasi dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Kota Sukabumi.
Baginya, pembangunan yang berhasil bukan hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan bisa dilakukan melalui bantuan sosial yang tepat sasaran, infrastruktur yang memadai, maupun penguatan ekonomi dan kehidupan sosial warga,” tandasnya.

