Wartawan M. Ikram
Pelitasukabumi.id – Persatuan bangsa tidak cukup hanya diwujudkan melalui kesamaan identitas dan keutuhan wilayah, tetapi juga harus bermuara pada kesejahteraan yang dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Pesan ini ditegaskan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, dalam renungan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Ayep menilai, setelah hampir satu abad Sumpah Pemuda diikrarkan, Indonesia masih menghadapi pekerjaan besar untuk mewujudkan kemakmuran yang merata.
Karena itu, semangat persatuan perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang mampu menghadirkan keadilan, membuka kesempatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sejarah bangsa Indonesia telah memberikan pelajaran penting tentang kekuatan persatuan.
Pada 1928, para pemuda mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui Deklarasi Djuanda pada 1957 yang menegaskan kesatuan wilayah kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan yang utuh.
“Tiga puluh tahun kemudian, melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957, bangsa kita menegaskan kesatuan wilayah kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan yang utuh. Sejarah telah mengajarkan bahwa bangsa ini mampu menyatukan perbedaan, menyatukan pulau-pulau, dan menyatukan cita-cita,” kata Ayep.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyatukan bangsa belum sepenuhnya diikuti pemerataan kesejahteraan.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang adil untuk meningkatkan taraf hidup dan menikmati hasil pembangunan.
“Kita telah bersatu sebagai bangsa, tetapi kesejahteraan belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama dia menegaskan, momentum Hari Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bahwa persatuan memiliki makna lebih luas daripada sekadar kesamaan identitas dan keutuhan wilayah.
“Persatuan sejati harus mampu melahirkan keadilan sosial dan kemakmuran bersama,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki peran strategis. Pemuda diharapkan tidak hanya menunjukkan kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga berkontribusi aktif dalam menciptakan kemajuan serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang belum menikmati hasil pembangunan secara optimal.
“Inilah panggilan bagi generasi muda untuk menjadi patriot yang bukan hanya mencintai tanah air, tetapi juga gigih menciptakan kemajuan dan memiliki empati terhadap mereka yang belum menikmati hasil pembangunan. Sebab, persatuan yang sejati harus kita perjuangkan hingga menjadi kemakmuran yang dirasakan bersama,” papar Ayep.
Berangkat dari semangat tersebut, Ayep mengajak seluruh elemen di Kota Sukabumi, mulai dari kalangan pemuda, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam mewujudkan kemakmuran yang inklusif.
Ia menginginkan Kota Sukabumi menjadi daerah yang mampu membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, memperoleh pendidikan, memasuki dunia kerja, membangun usaha, dan menghasilkan karya.
Pembangunan daerah, menurutnya, harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan kelompok mana pun.
“Mari kita bangun Sukabumi yang membuka kesempatan bagi setiap anak muda untuk belajar, bekerja, berusaha, dan berkarya. Sukabumi yang terus tumbuh tanpa meninggalkan siapa pun; Sukabumi yang kemajuannya tidak hanya terlihat dari pembangunan kotanya, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan warganya,” urai putra asli daerah Sukabumi tersebut.
Menutup renungannya, Ayep mengajak seluruh warga Kota Sukabumi menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi bersama untuk mendorong perubahan yang lebih bermakna.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak agar kemajuan daerah tidak hanya menjadi capaian pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Ayep berharap Kota Sukabumi dapat menjadi bagian dari gerakan besar menuju Satu Kemakmuran melalui Gerakan Indonesia Makmur, sebagai ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur.

