Ayep Zaki Perkuat Program 12 PAS, Puluhan Warga Terima Modal Usaha dan Bantuan Sosial

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki terus mendorong penguatan Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah atau dikenal dengan 12 PAS.

Program itu sebagai salah satu instrumen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperluas akses pemberdayaan ekonomi warga.

“Pelaksanaan kegiatan 12 PAS di Kecamatan Cikole di dua kelurahan yaitu Selabatu dan Cikole, sebanyak 40 orang menerima bantuan modal usaha, sementara 10 orang lainnya memperoleh bantuan sosial,” kata Ayep, Selasa (13/10/2026).

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra, di antaranya PNM, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Bank BJB.

Kegiatan ini juga mendapat pendampingan dari DPRD Kota Sukabumi melalui Komisi III dan unsur pemerintah kecamatan setempat.

Wali Kota menegaskan, penanganan persoalan sosial tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan.

“Pemerintah perlu membangun langkah berkelanjutan yang menyentuh persoalan mendasar di tengah masyarakat,” tegasnya.

Orang nomor satu di Pemkot Sukabumi itu menjelaskan, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari pengangguran, kemiskinan, hingga pendidikan.

Ketiganya membutuhkan penanganan yang terarah serta keterlibatan berbagai pihak agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi Bahas Penambahan Anggaran APBD T.A. 2023

“Ke depan, kita akan fokus menyelesaikan masalah pengangguran, kemiskinan, dan pendidikan,” ujar Ayep Zaki dalam keterangannya pada kegiatan tersebut.

Melalui program 12 PAS, Pemkot Sukabumi berupaya menghadirkan pelayanan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.

Penyaluran bantuan modal usaha diharapkan dapat menjadi dorongan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, sedangkan bantuan sosial ditujukan untuk membantu warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Kolaborasi dengan PNM, Baznas, Bank BJB, serta unsur legislatif menjadi bagian penting dalam memperkuat jangkauan program.

Sinergi tersebut diharapkan kata dia, mampu menyatukan dukungan pemerintah, lembaga keuangan, lembaga sosial, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat.

Ayep menempatkan penanganan pengangguran, kemiskinan, dan pendidikan sebagai agenda yang perlu dikerjakan secara berkesinambungan.

Karena itu, program 12 PAS diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Sukabumi.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *