TPS Cikundul Padam, Bobby Maulana Minta Pengawasan Diperketat Antisipasi Api Kembali Muncul

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana meminta pengawasan terhadap Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cikundul diperketat meski api yang sempat membakar tumpukan sampah kini telah padam dan memasuki tahap pendinginan.

Bobby mengatakan, berdasarkan pemantauan pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 hingga 06.00 WIB, kondisi di TPS Cikole sudah dinyatakan terkendali. Api telah padam, sementara yang tersisa hanya kepulan asap.

Namun, kondisi tersebut tetap harus mendapat perhatian serius. Pasalnya, tumpukan sampah berpotensi menghasilkan gas metana yang dapat memicu kembali munculnya api.

“Alhamdulillah tadi pagi jam sekitar jam 5 sampai jam 6, sudah clear. Apinya sudah padam, sudah pendinginan. Tinggal asapnya saja,” ujar Bobby Maulana saat meninjau acara CFD dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), Ahad (27/9/2026) pagi.

Bobby meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi untuk terus melakukan pengawasan setidaknya selama satu hari penuh.

“Saya minta kepada Pak Kadis LH, kepada Pak Kepala BPBD, kepada Pak Kepala Satpol PP dan Damkar untuk dikawal. Karena sebentar lagi siang,” tegasnya.

Menurut Bobby, pengawasan diperlukan lantaran potensi api kembali muncul dari bagian dalam tumpukan sampah masih ada. Kondisi tersebut berkaitan dengan keberadaan gas metana yang dapat terperangkap di dalam tumpukan sampah.

Baca Juga :  Pj Wali Kota: Stabilitas Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok Jelang Lebaran Aman

“Karena itu ada gas metana. Walaupun apinya sudah mati, kekhawatirannya di dalam tumpukan sampah yang sudah nonaktif itu muncul lagi. Jadi saya minta dikawal satu hari ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Bobby memastikan kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Capitol tetap akan dilanjutkan selama mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Ia menyebut keberlanjutan CFD sangat bergantung pada antusiasme dan apresiasi masyarakat karena kegiatan tersebut pada dasarnya diselenggarakan untuk masyarakat.

“Insya Allah akan tetap dilanjutkan selama antusiasnya bagus, masyarakat juga berapresiasi dengan baik. Karena ini semua dilakukan oleh masyarakat, untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat,” katanya.

Termasuk keberadaan bazar UMKM dan kawasan kuliner De Capitol yang telah disiapkan setiap hari Minggu. Bobby mengajak masyarakat memanfaatkan kawasan tersebut untuk berwisata kuliner maupun sarapan.

Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan selama CFD berlangsung.

Menurutnya, persoalan sampah jangan sampai mencoreng pelaksanaan kegiatan yang bertujuan memberikan ruang aktivitas bagi masyarakat tersebut.

“Permasalahan sampah harus betul-betul diperhatikan. Jangan buang sampah sembarangan, jangan sampai Car Free Day ini ternodai oleh sampah-sampah yang dihasilkan oleh masing-masing individu,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *