Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Dalam jaringan bisnis UMKM Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki memiliki rekam jejak yang sangat panjang. Menjadi catatan sejarah yang sulit dihapus dia mengawali merambah UMKM sejak 1994.
Dihadapkan peserta Sosialisasi Trade Expo Indonesia 2026 di Ruper Bank Jabar dia berbagi membagikan pengalamannya di dunia usaha yang tengah naik daun itu.
Dia menekankan pentingnya keberanian membangun relasi dan mencari peluang bagi para pelaku usaha.
Hadir dalam acara tersebut Duta Besar dan Berkuasa Penuh RI untuk Mesir Luthfi Rauf, Atase Perdagangan RI Kairo 2022-2025 Sahran Bakti.

Lalu Perwakilan Kemendag, Ketua Dekranasda Ranti Rachmatillah, Kepala Cabang Bank Jabar Sukabumi Mochamad Reza.
Pada kesempurnaan itu ia bercerita tentang perjalanan usahanya yang dimulai sejak tahun 1994 saat usianya masih 29 tahun.
Menurutnya, pengalaman ekspor pertama dilakukan pada tahun 1997 ke Jepang, termasuk ke Kawasaki dan Mitsubishi. Hingga saat ini, usaha yang dirintisnya masih berjalan dan produknya sudah diekspor ke 13 negara, termasuk Mesir.
“Ketika mulai ekspor jangan langsung berpikir untung besar. Yang paling penting itu membangun koneksi dan relasi bisnis,” ujarnya.
Ia mengatakan Kota Sukabumi memiliki potensi besar dalam sektor ekspor. Saat ini pemerintah daerah juga telah melakukan ekspor kopi ke Mesir dan tengah membangun pabrik untuk mendukung pengembangan ekspor yang lebih luas.
Ayep berharap para pelaku UMKM di Sukabumi dapat memperluas jaringan usaha hingga ke luar negeri agar peluang pasar semakin terbuka.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan pengalamannya yang aktif mengikuti berbagai pameran dan kegiatan Kementerian Perdagangan.
Menurutnya, pameran menjadi sarana penting untuk belajar sekaligus memperluas jaringan usaha.
“Karena sering ikut pameran, usaha saya akhirnya dikenal sampai tingkat kementerian,” katanya.
Selain berbagi pengalaman bisnis, Ayep juga memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM agar tidak minder meski berasal dari keluarga sederhana.
Ia mengaku membangun usahanya dari nol tanpa warisan bisnis keluarga.
Ia bahkan menceritakan perjuangannya dahulu yang aktif mencari bantuan modal usaha melalui program CSR maupun bantuan pemerintah.
Berbagai perusahaan dan instansi didatanginya demi mendapatkan dukungan usaha.
Dari upaya tersebut, ia berhasil memperoleh bantuan dana mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk mengembangkan bisnisnya.
Menurut Ayep, pelaku usaha tidak boleh hanya menunggu bantuan datang, tetapi harus aktif mencari peluang, membangun relasi, mengejar informasi dan berani mencoba.
“Keberhasilan usaha ditentukan oleh usaha dan keberanian diri sendiri,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ayep mengatakan saat ini dirinya tidak lagi berorientasi pada keuntungan pribadi. Ia ingin mengabdikan pengalaman dan pengetahuannya untuk membantu masyarakat serta mendorong kemajuan UMKM di Kota Sukabumi.

