BPBD Kota Sukabumi Intensifkan Langkah Mitigasi Tangani Sumbatan Sampah Aliran Sungai Ciseupan

Pelitasukabumi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mengintensifkan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi menghadapi ancaman cuaca ekstrem akhir-akhir ini.

Sebanyak belasan personel diterjunkan ke Jalan Palasari, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, untuk menormalisasi aliran Sungai Ciseupan yang dipenuhi sampah yang mengakibatkan aliran sungai tersumbat, Ahad (15/2/2026).

Langkah yang diambil merupakan reaksi hasil monitoring rutin di titik-titik rawan luapan air. Di lokasi, tim menemukan material sampah yang cukup masif, terdiri dari plastik, ranting pohon, hingga sedimen lumpur yang menumpuk di area pintu air dan sisi jembatan.

Kondisi ini dinilai krusial karena menghambat laju air dan berpotensi memicu banjir limpasan ke jalan raya maupun permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menegaskan bahwa pembersihan ini adalah upaya preventif yang vital.

“Di lokasi, tim mendapati adanya tumpukan sampah yang menyumbat pintu air serta menumpuk di samping jembatan. Kondisi ini menjadi pemicu utama meluapnya air saat debit sungai meningkat drastis akibat hujan,” ujar Yoseph di sela-sela kegiatan.

Sebanyak 11 personel dikerahkan dalam operasi bersih-bersih ini, di bawah pengawasan langsung Regu Dua BPBD Kota Sukabumi.

Proses pembersihan dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana namun efektif. Para petugas bergantian mengangkat material penyumbat untuk memastikan arus sungai kembali lancar.

Baca Juga :  HPN Kota Sukabumi 2025, Pers Berintegritas, Pilar Menuju Indonesia Emas 2045

Yoseph menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar insidental, melainkan bagian dari agenda tetap BPBD dalam menjaga fungsi drainase kota.

“Mitigasi bencana ini bukan pertama kalinya dilakukan, namun sudah menjadi agenda rutin kami untuk memastikan semua saluran air bersih dari sampah. Monitoring wilayah akan terus dilakukan secara berkala untuk meminimalisasi risiko bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi,” tegasnya.

Langkah taktis BPBD ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menyadari bahwa tanpa penanganan segera, sumbatan di Sungai Ciseupan dapat meluap dan mengganggu mobilitas.

“Kalau tidak segera dibersihkan, air bisa meluap ke jalan dan mengganggu kendaraan yang melintas,” ungkap salah seorang warga yang turut memantau proses pengerjaan.

Menutup kegiatan tersebut, BPBD Kota Sukabumi menyampaikan pesan edukasi kepada publik. Yoseph mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai.

Sinergi antara pemerintah yang sigap dan masyarakat yang peduli lingkungan diharapkan dapat menekan potensi banjir, menjadikan Kota Sukabumi tetap aman dan kondusif sepanjang musim penghujan.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *