Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – SCG berhasil menjaring sebanyak 1.000 orang dalam peluncuran program SCG Mentari di Desa Tanjungsari melalui penukaran sampah jadi produk rumah tangga
Program SCG Mentari telah mengelola lebih dari 7 ton sampah di Desa Sirnaresmi, Kebonmanggu, Wangunreja, dan Sukamaju, Rabu (28/1/2026).

SCG, melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi selaku produsen semen SCG, resmi menambahkan Desa Tanjungsari, Kabupaten Sukabumi sebagai bagian dari cakupan desa program SCG Mentari (Menjaga Lingkungan Tetap Lestari).
Di mana program itu sendiri berbasis sosial yang dicanangkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Penambahan lokasi secara resmi disosialisasikan melalui acara fun walking di Desa Tanjungsari yang diadakan pada tanggal 19 Januari 2026 di SDN Citigeu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah.
Dalam acara tersebut, perusahaan mengajak lebih dari 282 masyarakat Desa Tanjungsari untuk mengumpulkan sampah, yang kemudian dapat ditukarkan dengan produk rumah tangga yang tersedia.

Peramas Wajananawat, Presiden Direktur PT Semen Jawa & PT Tambang Semen Sukabumi, menyebutkan, melalui program SCG Mentari, kami menegaskan komitmen SCG untuk terus berperan aktif dalam mendorong masyarakat sekitar agar semakin sadar akan pentingnya pemilahan sampah dan pelestarian lingkungan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat,” ungkapnya.
Sejalan dengan prinsip bisnis Inclusive Green Growth, SCG akan selalu berusaha menghadirkan inisiatif yang tidak hanya memberikan edukasi.
“Hal terpenting adalah membangun kebiasaan positif dalam pengelolaan sampah demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Sejak tahun 2024, SCG telah membentuk program SCG Mentari, sebuah komunitas pecinta lingkungan yang terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari guru, mahasiswa, pedagang, karyawan swasta, pelajar, jurnalis, hingga masyarakat umum.
“Melalui kegiatan ini kita bersama-sama menjadi agen di masyarakat dalam melestarikan lingkungan,” tegas dia.
Sejak didirikan, program pelestarian lingkungan dari SCG kini memiliki 47 anggota dari Komunitas SCG Warrior Mentari yang telah dilatih dan dibina oleh SCG untuk membantu mengelola sampah di desa tempat tinggalnya masing-masing, tambahnya.
Hingga saat ini, sampah yang terkelola melalui program ini mencapai lebih dari 7 ton sampah dengan lebih dari 1.000 warga yang telah berpartisipasi dalam penukaran sampah. telah dikirimkan ke PT Semen Jawa untuk dijadikan bahan bakar alternatif, tambahnya.
“Kami mengapresiasi program SCG Mentari sebagai langkah nyata dunia usaha dalam mendukung upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” tandasnya.
Program ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati menegaskan, Program SCG Mentari merupakan manifestasi nyata dari prinsip bisnis Inclusive Green Growth, di mana SCG merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Low Carbon Society.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan inovasi hijau perusahaan, perusahaan berkomitmen memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan berjalan beriringan dengan pelestarian bumi.

