‎Ayep Zaki Pastikan Target PAD Rp650 Miliar di 2026 Tercapai

‎Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, pastikan target PAD tahun 2026 sebesar Rp650 miliar tercapai. Jumlah sebesar itu melampaui target sebelumnya yang telah diketok DPRD sebesar Rp535 miliar.

‎Demikian disampaikan Ayep Zaki usai menerima kunjungan para pengusaha hotel dan restoran di ruang utama Balai Kota Sukabumi, Senin, 12 Januari 2026.

‎”Komitmen kami tetap akan terus memperkuat struktur keuangan daerah dengan menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp650 miliar untuk tahun 2026,” ujarnya.

‎Dia menambahkan, sebelumnya, SKPD sempat mengajukan target di bawah itu. Namun dia kukuh pada pendiriannya untuk mematok pendapatan di angka itu.

‎”Saya optimis angka tersebut realistis demi membiayai pembangunan kota secara mandiri dan mengantisipasi ketidakpastian transfer dana dari pemerintah pusat,” tegasnya.

‎Dalam pertemuan bersama para pengusaha hotel, restoran, dan hiburan, Wali Kota menekankan bahwa upaya ini bukanlah menaikkan pajak, melainkan normalisasi sesuai aturan yang berlaku.

‎Fokus utama adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10% yang merupakan uang titipan dari masyarakat.

‎”Tugas Wali Kota adalah mencari uang sebanyak-banyaknya untuk membangun kota melalui cara yang legal. Saya tekankan, tidak boleh ada pungli,” kata Ayep.

‎Dia juga menegaskan agar engusaha tidak boleh memberi apapun kepada aparat Pemkot agar mereka nyaman berinvestasi di Sukabumi.

‎Wali Kota juga mengingatkan para pengusaha untuk kooperatif. Ia menyatakan telah menjalin MoU dengan KPP Pratama untuk melakukan audit pajak.

‎Selain itu pemerintah juga bekerja sama dengan Kejaksaan jika terdapat wajib pajak yang tidak mengindahkan undangan pemerintah hingga tiga kali berturut-turut.

‎Hal tersebut disambut positif oleh Wina Zulfiana, pengusaha dari perhotelan Yusma Brata yang juga berkecimpung di industri perfilman.

‎Menurutnya, kebijakan Wali Kota sangat menguntungkan dunia usaha, terutama sektor kuliner dan perhotelan yang akan terdampak langsung jika industri film kembali marak di Sukabumi.

‎”Dulu Sukabumi adalah Hollywood-nya Indonesia. Potensinya luar biasa. Sebagai contoh, saat syuting film ‘Panggil Aku Ayah’ di Sukabumi, ada sekitar 300 kru dan artis yang tinggal selama berbulan-bulan. Ini tentu meningkatkan omzet hotel dan rumah makan,” ungkap Wina.

‎Wina juga mengapresiasi langkah Wali Kota yang mengundang pengusaha secara langsung untuk berdialog.

‎”Ini pertama kalinya kami dilibatkan sedalam ini. Kami sepakat bahwa pajak 10% itu memang harus dikelola dengan baik untuk kemajuan pariwisata daerah kita sendiri,” tandasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id
Baca Juga :  Diskusi dengan Menhan, Menteri Nusron akan Lakukan Penguatan Kerja Sama dalam Pengamanan Tanah Aset Negara hingga Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Punten Teu Kenging Copas nya, Mangga hubungin IT Pelitasukabumi.id 081563116193