Cuaca Ekstrem Picu Bencana hidrometeorologi di Sebagian Wilayah Kabupaten Sukabumi‎

Wartawan Usep Mulyana

‎Pelitasukabumi.id
– Dilansir BMKG bencana hidrometeorologi adalah suatu fenomena bencana alam atau proses merusak yang terjadi di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi).

‎Informasi terkini terjadi bencana ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) pada ruas jalan kabupaten di Kecamatan Gunungguruh pada Ahad (11/1/2026).

‎Insiden tersebut terjadi tepatnya di Kampung Neglasari RT 53 RW 20, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, sekitar pukul 13.00 WIB.

‎Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Sukabumi mengungkap fakta dan data, tingginya curah hujan membuat struktur tanah menjadi labil hingga tak kuat menahan beban.

‎Akibatnya, tebing jalan mengalami longsor dengan dimensi yang cukup masif: panjang 40 meter, lebar 2 meter, dan ketinggian mencapai 7 meter.

‎“Kronologis kejadian bermula dari hujan deras yang terus menerus. TPT jalan kabupaten tidak mampu menahan debit air dan tekanan tanah sehingga longsor,” tulis laporan resmi petugas lapangan.

‎Pascakejadian, tim gabungan yang terdiri dari Tagana, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Satpol PP, Pemerintah Desa Gunungguruh, serta unsur TNI (Babinsa) dan Polri (Bhabinkamtibmas) langsung terjun ke lokasi.

‎Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi di lapangan, petugas telah memasang rambu peringatan darurat berupa traffic cone dan membentangkan tali pembatas di sepanjang bibir jalan yang longsor.

‎Langkah ini diambil untuk mengamankan pengguna jalan agar tidak terlalu dekat dengan area yang rawan amblas susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih basah.

‎Hingga berita ini diturunkan, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, ancaman terhadap infrastruktur jalan cukup serius jika tidak segera ditangani.

‎Saat ini, belum ada perbaikan fisik yang dilakukan karena kondisi cuaca dan tanah yang masih perlu diwaspadai.

‎Pihak berwenang menyatakan bahwa kebutuhan paling mendesak di lokasi adalah material bangunan dan bronjong (kawat anyaman batu) untuk menahan tanah agar longsoran tidak meluas dan memutus akses jalan.

‎Pihak Tagana dan unsur terkait terus memantau perkembangan di lokasi kejadian sembari menunggu arahan dan bantuan teknis lebih lanjut dari dinas terkait. Masyarakat yang melintas di jalur Kampung Neglasari diimbau untuk ekstra waspada, terutama saat hujan turun.

Bagikan Pelitasukabumi.id
Baca Juga :  Tragis, Perempuan Korban Penyiraman Air Keras oleh Suaminya Sendiri Meninggal di RSHS Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Punten Teu Kenging Copas nya, Mangga hubungin IT Pelitasukabumi.id 081563116193