Bappeda Tekankan Inovasi, Pemkot Sukabumi Susun Arah Pemanfaatan DBH CHT 2026

‎Pelitasukabumi.id – Kepala Bappeda Kota Sukabumi, M. Hasan Ashari, menegaskan bahwa Pemkot Sukabumi harus melahirkan terobosan baru dalam pemanfaatan DBH CHT Tahun Anggaran 2026.
‎
‎Pesannya jelas, dengan pagu anggaran yang menurun, program tidak boleh berjalan biasa-biasa saja.
‎
‎Penegasan itu disampaikan Hasan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah membahas RKP dan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) 2026 di Kota Sukabumi, Kamis (11/12/2025).
‎
‎Ia menekankan bahwa setiap perangkat daerah harus menyusun program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
‎
‎Menurut Hasan, penurunan pagu dari Rp 8 miliar menjadi Rp 3,7 miliar bukan alasan untuk melemah. Justru kondisi itu menuntut kerja yang lebih fokus, kreatif, dan strategis.
‎
‎Ia mengingatkan bahwa DBH CHT wajib mendukung penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, serta memperbaiki indikator makro daerah.


‎
‎“Dengan anggaran terbatas, fokus dan inovasi adalah kunci. Program harus menjawab kebutuhan warga dan memberikan nilai tambah,” ujar Hasan.
‎
‎Ia menegaskan Bappeda akan melakukan evaluasi ketat untuk memastikan setiap program terukur, berdampak, dan sejalan dengan arah pembangunan Kota Sukabumi.
‎
‎Rakor yang dipimpin Dinas Perdagangan dan UMKM itu juga membahas pemenuhan regulasi PMK 72, di mana minimal 50 persen anggaran dialokasikan untuk sektor kesehatan.
‎
‎Mulai dari edukasi, peningkatan fasilitas layanan, sampai pengadaan alat kesehatan. Porsi lainnya diarahkan untuk penguatan UMKM, pemberdayaan tenaga kerja, serta dukungan penegakan hukum.
‎
‎Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, turut menegaskan pentingnya ketepatan sasaran.
‎
‎Menurutnya, DBH CHT harus menyentuh masyarakat pekerja rentan di bidang kesehatan, mendukung penegakan hukum terkait cukai legal, serta mengedukasi publik mengenai bahaya rokok ilegal.
‎
‎Selain itu, sektor pelatihan kerja, pengembangan UMKM, hingga digital live streaming juga harus diperkuat.
‎
‎Perangkat daerah yang terlibat antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan UMKM, Dinas Tenaga Kerja, Diskominfo, dan sejumlah dinas terkait lainnya.
‎
‎Mereka diarahkan untuk menyusun program yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap layanan publik, penguatan ekonomi, dan ketahanan sosial masyarakat.
‎
‎Bobby juga menegaskan bahwa pemanfaatan DBH CHT bukan sekadar penyusunan anggaran, tetapi penyusunan harapan masyarakat Kota Sukabumi.
‎
‎“Harapan itu harus diwujudkan melalui program yang tepat, terukur, dan bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id
Baca Juga :  Bappeda Kota Sukabumi Genjot Penurunan Stunting Lewat Inovasi GENTING

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *