Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – PT Jamkrindo menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang tetap kuat di tengah tekanan industri penjaminan. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp1,05 triliun, dengan laba sebelum pajak mencapai Rp1,28 triliun.
Capaian ini memperpanjang rekam jejak positif Jamkrindo yang secara konsisten mencetak keuntungan sejak berdiri pada 1970. Selain itu, kontribusi terhadap negara juga terus diberikan melalui setoran pajak dan dividen.
Dari sisi keuangan, total aset perusahaan mencapai Rp30,86 triliun dan ekuitas sebesar Rp13,84 triliun. Pendapatan dari imbal jasa penjaminan bruto tercatat Rp7,12 triliun. Di tengah peningkatan aktivitas bisnis, beban klaim bruto ikut naik menjadi Rp6,6 triliun, namun tetap dapat dikelola dengan baik.
Secara operasional, volume penjaminan sepanjang 2025 menembus Rp247,57 triliun dengan jangkauan lebih dari 5,56 juta pelaku UMKM dan koperasi. Angka ini menegaskan peran Jamkrindo sebagai salah satu penggerak akses pembiayaan bagi sektor produktif.
Plt Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, menyebutkan bahwa perusahaan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio. Menurutnya, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi kunci menjaga stabilitas kinerja.
“Di tengah tantangan industri, kami tetap fokus menjaga fundamental agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, Jamkrindo akan terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam ekosistem keuangan nasional. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Tidak hanya menyalurkan penjaminan, Jamkrindo juga menjalankan berbagai program pemberdayaan. Mulai dari pelatihan usaha, peningkatan kapasitas, hingga pembukaan akses pasar bagi pelaku UMKM, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
Program tersebut diperkuat melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang difokuskan pada pengembangan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan komunitas.
Sementara itu, laporan keuangan konsolidasian Jamkrindo per 30 Maret 2026 telah diaudit dan memperoleh opini Wajar Tanpa Modifikasian, yang mencerminkan tingkat kredibilitas dan profesionalisme perusahaan dalam menjalankan bisnis penjaminan.

