Pelitasukabumi.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi menaruh perhatian serius terhadap kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) sepanjang 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
Kepala Dishub Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan, mengatakan peningkatan layanan PJU menjadi salah satu program prioritas dalam mendukung pelayanan publik di bidang transportasi dan keselamatan jalan.
Menurutnya, Dishub tidak hanya melakukan perbaikan terhadap lampu yang rusak, tetapi juga menyiapkan rencana penambahan titik penerangan baru di sejumlah wilayah yang masih minim lampu jalan.
“Programnya tidak hanya memperbaiki yang rusak, tetapi juga menambah titik penerangan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran,” kata Iskandar, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut ia menjelaskan, berdasarkan rencana strategis Dishub, kebutuhan tambahan PJU di Kota Sukabumi diperkirakan mencapai sekitar 400 hingga 500 titik.
Namun realisasinya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
Iskandar menegaskan, saat ini fokus utama adalah memastikan lampu jalan yang sudah terpasang dapat berfungsi optimal melalui pemeliharaan rutin.
Hal tersebut dinilai penting karena PJU memiliki peran besar dalam mendukung keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat pada malam hari.
“Kalau ada lampu yang mati atau rusak, harus segera ditangani. Walaupun biaya per titik cukup besar, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” ujarnya.
Dishub juga menempatkan prioritas penerangan di ruas jalan protokol dan jalur yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, baik pergerakan masyarakat maupun aktivitas distribusi barang.
Selain itu, pengelolaan PJU juga mempertimbangkan status jalan yang terbagi menjadi tiga kewenangan, yaitu jalan kota, jalan provinsi, dan jalan nasional.
Pada beberapa titik di ruas jalan provinsi maupun nasional, pemasangan PJU juga mendapat dukungan dari pemerintah tingkat provinsi dan pusat.
Sementara itu, Kepala Bidang PJU Dishub Kota Sukabumi, Yanto Arisdiyanto, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 128 unit PJU mengalami kerusakan.
“Semua kerusakan tersebut sudah kami tangani,” kata Yanto.
Ia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan serta survei lapangan untuk memetakan titik-titik yang membutuhkan perbaikan lanjutan maupun penambahan penerangan baru.
Menurutnya, kerusakan PJU umumnya disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem seperti hujan lebat, serta gangguan teknis pada jaringan listrik maupun komponen lampu di lapangan.
“Beberapa kerusakan terjadi pada jaringan listrik, KWH meter, lampu hingga tiang penerangan. Semua itu terus kami evaluasi agar layanan PJU tetap optimal,” tandasnya.

