Jangan Menjauh Dari Al Qu’an

Oleh: Ust. Lathief Ab.(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)

Pelitasukabumi.id Al Qur’an turun di malam lailatul qadar pada tgl 17 Ramadlan th 41 dari kelahiran Nabi SAW. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam penuh kemuliaan” (QS Al-Qadar: 1)

Al Quran adalah mukjizat terbesar sebagi bukti kenabian Muhammad SAW. Turunnya al Qur’an adalah turunnya sesuatu yang sangat dahsiat. Kedepan al Quran akan membalikan peradaban manusia secara revolusioner. Dari peradaban jahiliyah yang gelap menuju peradaban islam yang cemerlang.

Allah menggambarkan kedahsiatan al Quran dalam firmannya, “Andai Al-Qur’an ini Kami turunkan di atas gunung, kamu (Muhammad) pasti menyaksikan gunung itu tunduk dan pecah berkeping-keping karena takut kepada Allah. Perumpamaan itu kami buat untuk manusia agar mereka mau berpikir” (QS al-Hasyr: 21).

Nuzulul Qur’an Adalah Turunnya Petunjuk (Hidayah), sebagaimana Firman Allah SWT, “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda” (QS al-Baqarah: 185).

Imam ath-Thabari di dalam Jâmi’ al-Bayân fi Ta’wîl al-Qur’ân (Tafsîr ath-Thabari) menjelaskan: “Hudâ li an-nâs” bermakna petunjuk untuk manusia ke jalan yang benar dan manhaj yang lurus. “Wa bayyinâti” bermakna yang menjelaskan “petunjuk” berupa penjelasan yang menunjukkan hudud Allah, kefardhuan-kefardhuan-Nya serta halal dan haram-Nya. Adapun frasa “wa al-furqân” bermakna pemisah antara kebenaran dan kebatilan.

Baca Juga :  Menggapai Kemerdekaan Hakiki

Oleh karenanya janganlah kita menjauh dari Al Quran, seperti pengaduan Rasul yang diungkapkan dalam al Qur’an, “Dan Rasul ( Muhammad ) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang dijauhi.” (QS. Al-Furqan, ayat 30).

Dalam tafsir shafwatut tafasir, Ibnu Taimiyah rahimahullah tentang makna ‘mahjuura’ ia berkata: “Barang siapa yang tidak membaca Quran maka dia telah menjauhkan Quran. Barangsiapa membaca Quran tetapi tidak memperhatikan maknanya maka dia telah menjauhkannya. Barang siapa yang membaca Quran memperhatikan maknanya tetapi tidak beramal dengannya maka ia telah menjauh darinya”.

Orang yang menjauh dari Alqur’an akan merasakan kesempitan hidup di dunia karena hilangnya arah dan tujuan. Sementara di akhirat ia tak akan melihat jalan ke surga yang penuh dengan kenikmatan. Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Thaha ayat:124).

Agar kita tidak dianggap menjauhkan alQur’an kita hendaknya selalu membacanya, memahami kadungannya dan mengaplikasikannya dalam realita kehidupan.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *