Pemkot Sukabumi Bertekad Habis-habisan Perangi Sampah

Wartawan Usep Mulyana

Pelitasukabumi.id – Pemerintah Kota Sukabumi bertekad akan habis-habisan memerangi sampah. Karena sampah sudah dianggap musuh bersama yang harus segera dilenyapkan hingga ke akar-akarnya.

Kesungguhan itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana usai menghadiri FPD Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Perencanaan Tahun 2027 di ruang pertemuan Kecamatan Citamiang, Rabu (11/2/2026).

“Kita tidak bisa menunggu lagi. Atensi dari bapak presiden begitu besar untuk korve. Di minggu-minggu ini, Kemendagri menyurati provinsi, kota dan kabupaten untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih pada hari Selasa dan Jumat,” kata Bobby.

Pada pekan ini Pemkot Sukabumi akan bekerjasama dengan Stukpa Lemdiklat Polri untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih. ASN dan masyarakat akan dilibatkan dalam pembagian wilayah yang menjadi objek kegiatan.

“Kita fokus bagimana menyelesaikan masalah sampah itu dari hulu ke hilir. Tetapi untuk sementara kita akan mengurai sampah dari mulai TPA dan badan jalan serta lokasi-lokasi lain yang meninggalkan jejak sampah,” ujarnya.

Hal terpenting dalam penanganan sampah dari hulu ke hilir kata Bobby adalah dikembalikan pada budaya masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai musuh bersama.

Baca Juga :  Cepat Layani Aduan Masyarakat, Karo Humas dan Protokol ATR/BPN Imbau Jajaran Perkuat Koordinasi dengan Ditjen Teknis

“Tadi ada penyerahan tujuh motor sampah yang secara simbolis diserahkan kepada Kecamatan Citamiang. Tujuannya untuk mengakselerasi pengangkutan sampah,” kata dia.

Dia menambahkan, sampah juga memiliki nilai ekonomis jika pemilahan sampah organik dan non organik dimulai di tingkat rumah tangga.

“Dalam benak itu bisa ditanamkan sejak dini kalau sampah itu bisa ditukar dengan yang lebih bermanfaat. Ternyata sampah itu ada aplikasi dan ada uangnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainah menuturkan, sesuai arahan dari Wali Kota Sukabumi, bahwa penyesaian sampah tetap akan digenjot dari hulu.

“Bagian-bagian itu yang akan dikejar baik dari sisi edukasi maupun regulasi. Tetap akan kita push bagi masyarakat untuk mengurangi sampah hingga mencapai zero waste,” tandasnya.

Di beberapa lokasi lanjut dia ada yang dinamakan Bank Sami yang idenya awalnya berasal dari kreativitas dan inovasi masyarakat. “Konsepnya itu jika anda memberikan sampah anda akan mendapatkan satu bungkus mie instan,” tuturnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *