Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Anggota Legislatif Fraksi PDIP Komisi 1 Anita Fajarianti minta Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki sering bersosialisasi ke Dapil 2 untuk menyerap aspirasi yang berkembang di masyarakat
Hal itu dia sampaikan saat mengadakan reses pertama masa sidang 2025-2026, di RW 08 Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum, Jumat (6/2/2026).
“Saya dapat keluhan dari warga jika pak wali jarang datang bersosialisasi ke Limusnunggal-Cibeureum. Beliau seringnya kalau nggak Warudoyong ya Gunungpuyuh,” kata Linda.
Keluhan masyarakat lainnya adalah nilai pajak PBB yang terus meningkat. Bahkan selisih harga yang jomplang. Ada di satu wilayah rumah yang satu pajaknya Rp82 ribu tapi yang sebelahnya bahkan ada yang sampai Rp1 juta,” ujarnya.
Setelah dicek ternyata melambungnya nilai pajak di lokasi tersebut sebagai dampak adanya jalan lingkar selatan. Tingginya PBB tentu saja membawa konsekuensi bagi warga.
“Bagi melakukan transaksi jual beli tanah itu menguntungkan tapi bagi warga yang menetap di sana turun temurun tentu saja akan sangat memberatkan dengan PBB setinggi itu,” ujarnya.
Keberatan itu sudah diajukan ke kelurahan setempat untuk seterusnya disampaikan kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi warga. “Dibebaskan cuma satu tahun saja, tahun berikutnya kembali lagi ke harga baru,” ujarnya.
Permasalahan lainnya adalah sistem drainase yang buruk. Sehingga wilayah tersebut kerap terjadi banjir. Dia berharap pada institusi terkait seperti BPN dan PUTR menemukan formula yang tepat untuk mengatasi krisis tersebut.
“Dengan populasi penduduk sebesar 14 ribu dari 14 RW sudah saatnya PUTR dan instansi terkait lainnya membuat skema penyelesaian dari hulu hingga hilir,” tuturnya.
Dia juga merasa prihatin dengan sikap pimpinan daerah yang terkesan menganaktirikan warga di Kecamatan Cibeureum padahal seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama dengan kecamatan-kecamatan lainnya.
“Nanti saya colek pak wali agar mau turun ke Cibeureum khususnya ke wilayah Limusnunggal ini. Agar warga tidak merasa di isolir dalam pergaulan dengan pemimpinnya,” tegas dia.
Jalur Lingkar Selatan ini boleh di bilang jalur tersibuk karena lalu lintas yang sangat aktif serta hilir mudik kendaraan pribadi yang kerap terjadi eksiden. “Ada empat meninggal dan satu lumpuh,” tandasnya.

