Wartawan Usep Mulyana
Pelitasukabumi.id – Bupati Sukabumi H Asep Japar atau biasa disapa Asjap, berpesan kepada peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Tournament dan Festival Karate Piala Bupati Sukabumi III agar bertanding penuh sportif dan siap kalah dan siap menang.
“Persaingan hanya ada di arena pertandingan. Di luar arena, kita semua adalah saudara, yakni bagian dari keluarga besar karate Indonesia,” ujarnya dihadapan peserta di GOR Venue Tinju, Palabuhanratu, Sabtu (10/1/2026).
Acara pembukaan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam, jajaran Pengurus Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi.
Kejuaraan yang diselenggarakan Forki Kabupaten Sukabumi ini diikuti ratusan atlet karate dari beberapa Kabupaten/kota di Jawa Barat.
Asjap menyebut Kejurda Karate Piala Bupati Sukabumi III menjadi agenda penting dalam pembinaan dan pengembangan atlet, khususnya cabang olahraga karate di daerah.
Ajang tersebut kata orang nomor satu di Pemkab Sukabumi itu bukan hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antar karateka di Jawa Barat.
“Kejuaraan ini tidak semata-mata untuk mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan di antara para atlet,” ujarnya.
Dia juga berpesan kepada seluruh atlet agar menampilkan kemampuan terbaik, bertanding secara optimal, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.
Menurutnya, kemenangan harus diraih secara terhormat, sementara kekalahan harus diterima dengan lapang dada.
Bupati juga mengingatkan para wasit dan juri agar memimpin pertandingan secara profesional, objektif, dan adil sesuai aturan yang berlaku.
“Semoga kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” harapnya.
Sementara itu, Ketua FORKI Kabupaten Sukabumi, H. M Kamaludin Zen menilai para atlet karate di Sukabumi memiliki potensi besar untuk berkembang.
Ia optimis, Forki Kabupaten Sukabumi untuk terus membenahi manajemen pembinaan atlet, termasuk dukungan pembiayaan bagi perguruan dan dojo.
“Saat ini terdapat delapan dojo aktif di Kabupaten Sukabumi. Pada 2026, kami fokus mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dengan target meraih medali emas, perak, maupun perunggu,” tegasnya.
Kamaludin memberikan motivasi kepada para atlet agar bertanding dengan penuh semangat dan tidak mudah menyerah selama kompetisi berlangsung.
Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Budiarkah, menjelaskan kejuaraan ini diikuti delapan perguruan karate yang ada di Sukabumi, yakni BKC, Budokai, Gabdika, Gokasi, Inkai, Inkanas, Shokaido, dan Wadokai.
Dojo-dojo tersebut tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Secara keseluruhan, kejuaraan ini diikuti 608 atlet yang bertanding di 704 kelas. Panitia juga menyiapkan total hadiah pembinaan sebesar Rp29 juta.
Rinciannya, Juara Umum I berhak atas Piala Bupati Sukabumi dan uang pembinaan Rp10 juta, Juara Umum II memperoleh Piala Kadispora dan uang pembinaan Rp7 juta, serta Juara Umum III mendapatkan Piala Ketua Forki Kabupaten Sukabumi dan uang pembinaan Rp5 juta.
Selain itu, penghargaan Best of the Best Kumite Under 21 Putra disertai uang pembinaan Rp1 juta. Panitia juga memberikan uang pembinaan masing-masing Rp2,5 juta untuk dojo asal Kabupaten Sukabumi dan luar dari Kabupaten Sukabumi.
Pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi bersama jajaran menyerahkan medali secara simbolis kepada para atlet di sejumlah kategori, di antaranya Pra Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri serta Usia Dini Kata Perorangan Putra dan Putri.

