Disnaker Kota Sukabumi Dorong Penguatan SDM Penuhi Kebutuhan Industri

Wartawan Iyus Firdaus

Pelitasukabumi.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, terus mendorong peningkatan sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan Industri dewasa ini.

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (6/1/2026).

“Kami berharap SDM Kota Sukabumi bisa lebih siap menghadapi kebutuhan industri, baik lokal maupun global,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk mengejar target tersebut, Disnaker Kota Sukabumi tengah menyiapkan program pelatihan dan penempatan tenaga kerja.

“Agenda tersebut akan dilaksanakan baik di dalam maupun luar negeri,” terang dia.

Upaya ini tambahnya sebagai langkah strategis mengatasi keterbatasan ruang ekspansi industri dan usaha di wilayah Kota Sukabumi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, keterbatasan lahan di dalam kota membuat ruang gerak industri dan usaha sangat terbatas.

“Kami tengah menyiapkan alternatif pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, baik melalui penempatan di wilayah lain di Indonesia maupun ke luar negeri,” kata Punjul.

Selain memfasilitasi pekerjaan di dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan warga untuk bekerja ke luar negeri.

Saat ini sudah dilakukan pendataan melalui kelurahan dan Dinas Tenaga Kerja. Setelah pendataan selesai, warga yang siap bisa langsung mendaftar.

Baca Juga :  Hadiri Ujian Terbuka Program Doktoral Dirjen PPTR, Menteri AHY: Pemangku Kebijakan Harus Dekat dengan Dunia Keilmuan

Perkembangan akhir menunjukkan sekitar 500 orang dari 7 kecamatan telah terdata untuk mengikuti program ini.

Berkaitan pendanaan, pemerintah bekerja sama dengan perbankan. Salah satu sumber pendanaan adalah Bank BJB.

BJB mengalokasikan sekitar Rp45 miliar untuk program pelatihan dan penempatan tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Bunga pinjaman untuk peserta program ditetapkan 6 persen, sesuai ketentuan pemerintah.

Program ini termasuk pelatihan khusus, terutama bahasa, mengingat beberapa negara tujuan seperti Korea dan Jepang tidak menggunakan bahasa Inggris.

“Peserta perlu menguasai bahasa negara tujuan agar siap bekerja,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah kota juga memanfaatkan gedung dan lokasi strategis untuk mendukung pelatihan dan pengembangan SDM.

Salah satunya adalah gedung L3I, yang masa sewanya telah habis dan akan dialihfungsikan sebagai fasilitas program pengembangan SDM dan industri.

“Dengan langkah-langkah ini, kami berharap SDM Kota Sukabumi bisa lebih siap menghadapi kebutuhan industri, baik lokal maupun global,” pungkasnya.

Bagikan Pelitasukabumi.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Punten Teu Kenging Copas nya, Mangga hubungin IT Pelitasukabumi.id 081563116193