Wartawan Iyus Firdaus
Pelitasukabumi.id – Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan Program 12 PAS menjadi penggerak kepedulian sosial sekaligus pemicu tumbuhnya sikap welas asih dan semangat tolong menolong antarwarga.
Hal tersebut disampaikan saat Ayep Zaki mengikuti kegiatan Program 12 PAS di tiga kelurahan, yakni Cikole, Selabatu, dan Kebonjati, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi Een Rukmini, camat, lurah, serta unsur kepolisian setempat.
“Ini sudah episode ke-21 dengan jumlah penerima manfaat 140 orang. Program ini positif dan akan terus dilanjutkan,” ujar Ayep.
Ia menekankan bahwa keberlanjutan program sosial harus ditopang tata kelola pemerintahan yang bersih. Karena itu, Pemkot Sukabumi berkomitmen menindak tegas segala bentuk pungutan liar.
“Pungli menghilangkan potensi pendapatan hingga 75 persen. Jika tidak ada pungli, pendapatan bisa meningkat empat kali lipat,” tegasnya.
Ayep juga mendorong peran aktif para pengusaha di Kota Sukabumi untuk ikut mendukung Program 12 PAS.
Menurutnya, jika pelaku usaha menyisihkan 0,5 hingga 1 persen dari keuntungan bersih, program tersebut dapat berjalan berkelanjutan.
Saat ini, dukungan telah datang dari sejumlah lembaga keuangan dan organisasi, di antaranya BJB, Baznas, BSI, BRI, dan Pegadaian.
Selain itu, Ayep memastikan program rumah tidak layak huni atau rutilahu tetap dilaksanakan pada 2026 sebagai bagian dari sinergi program pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga menyoroti maraknya ritel modern di Kota Sukabumi.
Ia meminta pengusaha menjalin komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah sebelum membuka usaha.
“Saya sudah menegur dinas perizinan agar lebih selektif. Harapannya, para pengusaha bisa bersama pemerintah membangun Kota Sukabumi,” pungkasnya.

